BERITA POPULER SUMBAR
3 BERITA POPULER SUMBAR: Sidak BBM Subsidi, Pencurian Kambing dan Aksi Tanam Pohon
dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak di Kota Sawahlunto berhasil diamankan Tim Satreskrim Polresta Padang
TRIBUNPADANG.COM, KABUPATEN SOLOK – Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, Satreskrim Polres Solok melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di SPBU Koto Baru 13.273.509, Rabu (10/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin Kanit Idik II Satreskrim Polres Solok bersama sejumlah personel sebagai upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Kedua, dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak di Kota Sawahlunto berhasil diamankan Tim Satreskrim Polresta Padang saat hendak menjual empat ekor kambing di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (11/6/2026).
Kedua terduga pelaku berinisial M dan A ditangkap tanpa perlawanan di pinggir jalan saat berupaya menawarkan kambing yang diduga merupakan hasil curian.
Ketiga, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar.
Menurutnya, bencana yang terjadi menjadi peringatan keras bahwa menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding menanggung biaya pemulihan.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Cegah Penimbunan BBM Subsidi, Satreskrim Polres Solok Turun Langsung ke SPBU Koto Baru
Satreskrim Polres Solok melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di SPBU Koto Baru 13.273.509, Rabu (10/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin Kanit Idik II Satreskrim Polres Solok bersama sejumlah personel sebagai upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo, mengatakan pengawasan dilakukan untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk penimbunan maupun aktivitas pelansir yang merugikan masyarakat.
"Pengawasan ini merupakan langkah rutin yang kami lakukan untuk memastikan pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara ilegal," kata Albeth Solomo, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Penjualan TV di Pasar Raya Padang Masih Sepi Meski Piala Dunia 2026 Sudah Bergulir
Stok Biosolar Masih Tersedia
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, stok Biosolar yang tersedia di SPBU Koto Baru tercatat sebanyak 5.000 liter.
Selain itu, petugas juga memperoleh informasi dari pengawas SPBU bernama Bayu bahwa pasokan tambahan Biosolar sebanyak 8.000 liter dijadwalkan tiba pada Kamis (11/6/2026).
Menurut Albeth, ketersediaan stok tersebut menjadi bagian dari pemantauan kepolisian untuk memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi dan usaha yang berhak menerima BBM subsidi, tetap terpenuhi.
"Kami terus memonitor distribusi BBM bersubsidi agar tidak terjadi gangguan pasokan maupun praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Rela Tukar Waktu Produktif, Emak-Emak di Padang Serbu Jalur Pertalite Ketimbang Pertamax Rp17.000
Tidak Ada Ruang bagi Pelansir
Dalam kegiatan tersebut, pengelola SPBU juga diingatkan agar mematuhi seluruh aturan terkait penyaluran BBM bersubsidi serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan.
Albeth menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Solok.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif mengawasi penyaluran Biosolar dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi atau aktivitas pelansir, silakan segera laporkan kepada kami melalui layanan pengaduan Polri 110. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelansir yang ada," tegas Albeth Solomo.
Selama kegiatan pengecekan dan pengawasan berlangsung, situasi di SPBU Koto Baru dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.
2. Pencurian Kambing di Sawahlunto Terbongkar, Dua Pria Ditangkap Saat Hendak Jual di Padang
Dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak di Kota Sawahlunto berhasil diamankan Tim Satreskrim Polresta Padang saat hendak menjual empat ekor kambing di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (11/6/2026).
Kedua terduga pelaku berinisial M dan A ditangkap tanpa perlawanan di pinggir jalan saat berupaya menawarkan kambing yang diduga merupakan hasil curian.
Dari tangan keduanya, polisi mengamankan empat ekor kambing yang diduga dicuri dari wilayah Kota Sawahlunto.
Usai diamankan, kedua pria tersebut bersama barang bukti langsung dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Sumbar Alami Kerugian Rp33 T Akibat Bencana, Mahyeldi Pimpin Aksi Tanam 1.000 Pohon di Kuranji
Ditangkap Berkat Informasi Masyarakat
Katim Satreskrim Polresta Padang, Aipda Riki Andi Saputra, mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya upaya penjualan ternak yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.
Mendapat laporan tersebut, tim kepolisian segera melakukan penyelidikan dan bergerak ke lokasi yang dimaksud.
“Berdasarkan laporan masyarakat, tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pencurian ternak saat hendak menjual kambing tersebut di wilayah Padang,” ujar Riki, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut sebelum ternak berhasil dipasarkan.
Baca juga: KKN UIN Imam Bonjol Padang Diharapkan Jadi Motor Penggerak Pemulihan Paninggahan
Pelaku Mengaku Mencuri di Sawahlunto
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku mengakui telah mengambil empat ekor kambing dari wilayah Kota Sawahlunto.
Setelah berhasil membawa ternak tersebut, keduanya kemudian menuju Kota Padang dengan tujuan menjual kambing hasil curian itu.
Pengakuan tersebut masih terus didalami oleh penyidik untuk memastikan kronologi kejadian serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Baca juga: Harga Nasi Ampera Naik di Padang, Mahasiswa Ubah Strategi Makan agar Tetap Hemat
Polisi Lakukan Pengembangan
Meski kedua terduga pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian ternak, polisi belum sepenuhnya menerima keterangan tersebut.
Penyidik masih melakukan pengembangan guna memastikan apakah para pelaku pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain atau menjadi bagian dari jaringan pencurian ternak yang lebih luas.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini,” kata Riki.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Melambung, Rumah Makan di Padang Naikkan Harga dan Kecilkan Porsi Lauk
Diserahkan ke Polres Sawahlunto
Setelah proses pemeriksaan awal di Polresta Padang selesai dilakukan, kedua terduga pelaku bersama barang bukti empat ekor kambing diserahkan kepada Satreskrim Polres Sawahlunto.
Penyerahan dilakukan karena lokasi kejadian pencurian berada di wilayah hukum Polres Sawahlunto sehingga proses penyidikan dan penanganan perkara selanjutnya menjadi kewenangan kepolisian setempat.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penjualan ternak dengan harga tidak wajar atau diduga berasal dari tindak kejahatan.
3. Sumbar Alami Kerugian Rp33 T Akibat Bencana, Mahyeldi Pimpin Aksi Tanam 1.000 Pohon di Kuranji
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar.
Menurutnya, bencana yang terjadi menjadi peringatan keras bahwa menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding menanggung biaya pemulihan.
Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026), dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rehabilitasi kawasan terdampak banjir besar akhir tahun lalu.
“Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri,” kata Mahyeldi.
Baca juga: KKN UIN Imam Bonjol Padang Diharapkan Jadi Motor Penggerak Pemulihan Paninggahan
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar itu melibatkan ratusan peserta dari unsur pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, pelajar, hingga organisasi masyarakat.
Mahyeldi menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan yang menurutnya harus menjadi karakter bersama, terutama bagi generasi muda.
“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama. Ini bukan sekadar memperingati Hari Lingkungan Hidup, tetapi bagaimana membangun kepedulian terhadap sampah, melakukan penanaman, menjaga dan merawat pohon, serta mewariskan kepedulian lingkungan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat telah merasakan langsung dampak ketika lingkungan tidak terjaga.
Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Portugal dan Spanyol di Piala Dunia 2026 Karena Bela Palestina
“Kita sudah merasakan akibatnya. Ketika lingkungan rusak, yang muncul adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang lebih luas. Karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir.
“Ketika lingkungan terganggu dan rusak, maka inilah hasilnya: banjir, longsor, sungai mengalami pendangkalan. Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar,” katanya.
Mahyeldi mengungkapkan kerusakan akibat bencana tidak hanya menghantam infrastruktur dan permukiman, tetapi juga memukul ekosistem yang selama ini menopang kehidupan.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Tinjau Situs Menhir Maek, Dorong Peneliti Dunia Ungkap Peradaban Sumbar
“Saya baru mengetahui banyak pohon di kawasan ini mati. Dulu Malvinas sangat hijau. Ternyata banjir tidak hanya memakan korban manusia, tetapi juga mematikan tumbuhan dan merusak keseimbangan lingkungan,” ucapnya.
Ia menyebut total kerugian dan kerusakan akibat banjir dan longsor di Sumbar beberapa bulan lalu diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun.
“Kerusakan dan kerugian akibat banjir longsor itu tidak kurang dari Rp33 triliun. Nilainya setara beberapa kali kemampuan anggaran daerah. Ini menunjukkan menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan,” ujar Mahyeldi.
Gubernur juga mengingatkan agar kawasan sempadan sungai yang telah dibebaskan tetap dijaga dan tidak kembali dipadati permukiman guna mengurangi risiko bencana di masa depan.
Sementara itu, Kepala DLH Sumbar menjelaskan penanaman dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang sempat terendam banjir hingga sekitar dua meter dan menyebabkan ratusan pohon mati.
Sebanyak 1.000 bibit ditanam dengan melibatkan sekitar 250 peserta dari OPD provinsi dan kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Baca juga: Respons Mahyeldi Usai Dilaporkan WALHI Soal Tambang Andesit Kasang: Ikuti Saja Prosesnya
Bibit berasal dari berbagai pihak, antara lain BPDAS Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, PT Semen Padang, PT Incasi Raya Group, PT Pertamina Patra Niaga, PLN UID Sumbar, PLN PLTU Teluk Sirih, PTPN IV Regional 4, PT Supreme Energy Muara Laboh, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Ketua Pokdarwis Kota Padang, Renaldo Saputra Leo, berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang dalam pemulihan kawasan.
“Harapan kami ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” katanya.rls
Populer Sumbar hari ini
Populer Sumbar
BBM Subsidi
Penyalahgunaan BBM Subsidi
Solok
pencurian kambing
Sawahlunto
tanam pohon
Kuranji
| 3 Berita Populer Sumbar: Harga Pertamax Dipengaruhi Pajak Daerah 10 Persen dan Erupsi Gunung Marapi |
|
|---|
| 4 Berita Populer Sumbar: Dampak Kenaikan Harga BBM Pertamax hingga Pemusnahan 145 Kg Ganja |
|
|---|
| 3 Berita Populer Sumbar: Longboat Terbalik di Mentawai, Polda Amankan Proyek Flyover Sitinjau |
|
|---|
| 4 Berita Populer Sumbar: Mahasiswa Desak Polisi Ungkap Cukong Tambang Ilegal & Operasi Patuh Ditunda |
|
|---|
| 4 Berita Populer Sumbar: Penghambat Proyek Flyover Sitinjau Lauik hingga Update Kasus Abu Janda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pengawasan-BBM-Subsidi-di-Solok-1262026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.