Harga BBBM Naik
Harga Nasi Ampera Naik di Padang, Mahasiswa Ubah Strategi Makan agar Tetap Hemat
Harga satu porsi nasi ampera di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Harga nasi ampera di Padang naik, mahasiswa mulai hitung ulang uang makan.
- Kenaikan dipicu biaya bahan pokok dan kemasan yang ikut melonjak.
- Warung pilih naikkan harga, sebagian lainnya kurangi porsi diam-diam.
- Anak kos mulai cari cara baru agar tetap bisa makan tanpa boros.
- Ada yang masak nasi sendiri dan hanya beli lauk demi bertahan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Harga satu porsi nasi ampera di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan harga ini dipicu oleh melambungnya harga barang-barang pokok, mulai dari minyak goreng hingga kantong plastik pembungkus.
Kondisi ini pun mulai dikeluhkan oleh masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa yang selama ini mengandalkan nasi ampera sebagai menu makanan utama ramah kantong demi menyambung hidup di perantauan.
Berdasarkan pantauan reporter Tribun Padang.Com, Arif Ramanda Jumat (12/6/2026) di sejumlah warung nasi ampera di kawasan sekitar kampus di Kota Padang, kenaikan tarif per porsi berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000.
Pemilik warung nasi ampera di kawasan Anduriang, Kecamatan Kuranji, Irma mengaku terpaksa menaikkan harga jual agar tidak gulung tikar.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Melambung, Rumah Makan di Padang Naikkan Harga dan Kecilkan Porsi Lauk
Menurutnya, biaya operasional saat ini sudah tidak sebanding dengan harga jual lama.
"Semua modal naik sekarang, lalu yang paling terasa itu harga plastik pembungkus dan kertas nasi juga ikut naik dari distributor," katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya ia menjual satu porsi nasi ampera dengan lauk ayam goreng atau ikan seharga Rp 12.000. Namun, sejak satu minggu lalu, ia terpaksa mematok harga Rp 15.000 per porsi.
"Kalau tidak kita naikkan harganya, untungnya tipis sekali, bahkan nomok (rugi). Plastik kiloan untuk kuah dan kantong kresek hitam itu naiknya lumayan terasa bagi kami pedagang kecil," keluhnya.
Kenaikan harga makanan pokok sejuta umat di Padang ini langsung berimbas pada domisili dompet para mahasiswa. Mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Padang blak-blakan mengeluhkan kondisi ini.
Baca juga: Rela Tukar Waktu Produktif, Emak-Emak di Padang Serbu Jalur Pertalite Ketimbang Pertamax Rp17.000
Mahasiswa Jurusan Teknik UNAND Dimas (mengatakan, kenaikan harga nasi ampera ini sangat terasa bagi dirinya yang mengandalkan uang saku bulanan dari orang tua.
"Biasanya uang Rp 12.000 sudah kenyang makan nasi ampera pakai ayam. Sekarang di tempat biasa saya makan sudah Rp 15.000. Kalau dikali tiga kali makan sehari, pengeluaran jadi bengkak,”terangnya.
Dimas menambahkan, sebagai anak kos, nasi ampera adalah penyelamat di akhir bulan. Dengan adanya kenaikan ini, ia terpaksa memutar otak untuk menghemat pengeluaran logistiknya.
Keluhan serupa juga datang dari mahasiswa lain bernama Ririn. Ia menyebut beberapa warung memang tidak menaikkan harga secara langsung, melainkan mengurangi porsi nasi atau ukuran lauknya.
"Ada yang harganya tetap Rp 13.000, tapi nasinya jadi sedikit dan potong ayamnya jadi kecil banget. Mau tidak mau, kadang saya beralih beli lauk telur dadar atau tahu tempe saja demi menghemat," tutur Ririn.
Baca juga: Kembangkan Bisnis Nonsemen, PT Semen Padang Garap Industri Pulp dan Kertas
Harga BBM Non Subsidi
Harga BBM Hari Ini
dampak harga BBM naik
Update Harga BBM Naik
Harga BBM Sumatera Barat
Rumah Makan Ampera
Warung Nasi Ampera Murah
| Antrean Pertalite Mengular di Padang, Warga Terpaksa Beli Pertamax Rp 17.000 per Liter |
|
|---|
| Pertamax Naik Rp17.000, Konsumsi Pertalite di SPBU Sawahan Padang Melonjak 10 Persen |
|
|---|
| Dampak Kenaikan Harga Pertamax Belum Signifikan Terhadap Bahan Pokok di Pasar Raya Padang |
|
|---|
| Pertamax Rp17.000 per Liter di Sumbar, Ekonom Unand Sebut Travel dan Wisata Paling Terdampak |
|
|---|
| Harga Pertamax Rp17.000 per Liter, Konsumen di Padang Kaget tapi Belum Banyak yang Beralih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/NASI-AMPERA-dand6-Kenaikanda-dn-mengeluhkan-kondisi-ini.jpg)