BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Sidak BBM Subsidi, Pencurian Kambing dan Aksi Tanam Pohon

dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak di Kota Sawahlunto berhasil diamankan Tim Satreskrim Polresta Padang

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Polres Solok
PENGAWASAN BBM SUBSIDI- Satreskrim Polres Solok melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di SPBU Koto Baru 13.273.509, Rabu (10/6/2026) malam. 

Ia mengingatkan masyarakat telah merasakan langsung dampak ketika lingkungan tidak terjaga.

Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Portugal dan Spanyol di Piala Dunia 2026 Karena Bela Palestina

“Kita sudah merasakan akibatnya. Ketika lingkungan rusak, yang muncul adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang lebih luas. Karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir.

“Ketika lingkungan terganggu dan rusak, maka inilah hasilnya: banjir, longsor, sungai mengalami pendangkalan. Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar,” katanya.

Mahyeldi mengungkapkan kerusakan akibat bencana tidak hanya menghantam infrastruktur dan permukiman, tetapi juga memukul ekosistem yang selama ini menopang kehidupan.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Tinjau Situs Menhir Maek, Dorong Peneliti Dunia Ungkap Peradaban Sumbar

“Saya baru mengetahui banyak pohon di kawasan ini mati. Dulu Malvinas sangat hijau. Ternyata banjir tidak hanya memakan korban manusia, tetapi juga mematikan tumbuhan dan merusak keseimbangan lingkungan,” ucapnya.

Ia menyebut total kerugian dan kerusakan akibat banjir dan longsor di Sumbar beberapa bulan lalu diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun.

“Kerusakan dan kerugian akibat banjir longsor itu tidak kurang dari Rp33 triliun. Nilainya setara beberapa kali kemampuan anggaran daerah. Ini menunjukkan menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan agar kawasan sempadan sungai yang telah dibebaskan tetap dijaga dan tidak kembali dipadati permukiman guna mengurangi risiko bencana di masa depan.

Sementara itu, Kepala DLH Sumbar menjelaskan penanaman dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang sempat terendam banjir hingga sekitar dua meter dan menyebabkan ratusan pohon mati.

Sebanyak 1.000 bibit ditanam dengan melibatkan sekitar 250 peserta dari OPD provinsi dan kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Baca juga: Respons Mahyeldi Usai Dilaporkan WALHI Soal Tambang Andesit Kasang: Ikuti Saja Prosesnya

Bibit berasal dari berbagai pihak, antara lain BPDAS Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, PT Semen Padang, PT Incasi Raya Group, PT Pertamina Patra Niaga, PLN UID Sumbar, PLN PLTU Teluk Sirih, PTPN IV Regional 4, PT Supreme Energy Muara Laboh, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Ketua Pokdarwis Kota Padang, Renaldo Saputra Leo, berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang dalam pemulihan kawasan.

“Harapan kami ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” katanya.rls

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved