Cuaca di Sumbar

Cuaca Panas Melanda Sumatra, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbau Warga Waspada Karhutla hingga Dehidrasi

Cuaca panas dan gerah tengah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir

Tayang:
TribunPadang.com/Tangkapan Layar Media Sosial @infoandalas
CUACA PANAS – Peta suhu yang dirasakan tubuh manusia (feels like temperature) menunjukkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra dilanda cuaca panas pada Jumat (5/6/2026). Kota Pekanbaru mencatat suhu tertinggi mencapai 41 derajat Celsius, sementara Medan, Palembang, dan Bengkulu berada di angka 40 derajat Celsius. BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi minimnya pasokan uap air akibat pergerakan angin dari Australia, sehingga pembentukan awan hujan berkurang dan cuaca panas lebih dominan. 

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca panas yang berlangsung saat ini.

Masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.

Baca juga: Dipicu Truk Rusak, Kendaraan Mengular Panjang di Sitinjau Lauik Sejak Sore hingga Malam

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian maupun perkebunan diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurut Jeni, berkurangnya curah hujan menyebabkan kondisi lahan menjadi lebih kering sehingga api dapat dengan mudah merambat apabila terjadi pembakaran.

"Yang perlu diantisipasi adalah pembukaan lahan dengan cara membakar. Saat hujan berkurang dan lahan kering, api bisa cepat menyebar dan memicu kebakaran hutan dan lahan serta bencana asap," katanya.

Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca selama beraktivitas serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang relatif kering saat ini.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved