Peluru Nyasar

Dalami Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam XX/TIB Gelar Uji Balistik

Tim investigasi terus mendalami kasus peluru nyasar yang menyebabkan seorang mahasiswi dan seorang warga lainnya terluka di kawasan UNP

Tayang:
TribunPadang.com/Kodam XX/TIB
UJI BALISTIK – Sejumlah personel TNI dan tim investigasi melakukan persiapan uji balistik lapangan di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6/2026). Pengujian menggunakan Pistol G-2 Combat dengan munisi kaliber 9 mm produksi PT Pindad itu dilakukan untuk mendukung investigasi insiden munisi nyasar yang terjadi di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). Data hasil uji akan digunakan dalam analisis balistik dan rekonstruksi kejadian guna mengungkap fakta secara objektif dan ilmiah. 

Ringkasan Berita:
  • Tim investigasi masih mendalami kasus peluru nyasar yang melukai seorang warga di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP).
  • Uji ini dilakukan dengan berbagai sudut tembakan untuk menganalisis lintasan, jarak, dan potensi jangkauan proyektil. 
  • Hasilnya akan dibandingkan dengan temuan di TKP, pemeriksaan teknis, serta keterangan saksi untuk membantu rekonstruksi kejadian secara ilmiah.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Tim investigasi dari Kodam XX/TIB terus mendalami kasus peluru nyasar yang menyebabkan seorang mahasiswi dan seorang warga lainnya terluka di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar uji balistik lapangan menggunakan Pistol G-2 Combat dengan munisi kaliber 9 milimeter produksi PT Pindad jenis 1-TJ.

Pengujian tersebut dilaksanakan di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari proses investigasi untuk mengungkap fakta di balik insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Uji Balistik Proyektil 9 MM Jadi Kunci, Kodam Ungkap Misteri Peluru Nyasar di UNP

Uji Berbagai Sudut Tembakan

Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, mengatakan dalam pelaksanaannya, tim investigasi menerapkan sejumlah variasi sudut elevasi tembakan guna memperoleh data empiris mengenai karakteristik lintasan proyektil, jarak tempuh, hingga potensi capaian maksimum munisi.

Pengujian ini dilakukan untuk mendukung analisis balistik dan rekonstruksi kejadian, sekaligus memverifikasi berbagai temuan yang telah diperoleh selama proses penyelidikan berlangsung.

Data yang dihasilkan dari uji balistik tersebut nantinya akan dikorelasikan dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan teknis, serta keterangan para pihak yang telah dihimpun oleh tim investigasi.

"Melalui pendekatan berbasis sains balistik, tim berupaya menyusun gambaran yang lebih komprehensif terkait faktor-faktor yang berkaitan dengan insiden munisi nyasar tersebut," kata Taufiq melalui keterangan resminya, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Peluru Nyasar di UNP Masih Diselidiki, Kodam Temukan Proyektil Berbeda dari Amunisi Latihan

Lanud Sutan Sjahrir Dipilih Demi Keamanan

Pemilihan Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir sebagai lokasi pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, keselamatan, serta kelayakan area untuk pelaksanaan uji balistik.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dan berada di bawah pengawasan personel yang memiliki kompetensi di bidang persenjataan maupun investigasi teknis.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengujian berlangsung aman dan menghasilkan data yang akurat untuk kepentingan investigasi.

Hasil Uji Jadi Bahan Utama Laporan Investigasi

Taufiq mengatakan hasil pengujian balistik lapangan tersebut akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan laporan investigasi.

Menurutnya, setiap kesimpulan yang nantinya dihasilkan harus didasarkan pada data faktual, analisis ilmiah, serta bukti teknis yang valid.

Baca juga: Gasak HP Jemaah Berkedok Ikut Tidur di Masjid, Pria di Padang Tak Berkutik Ditangkap Tim Klewang

"Hasil pengujian ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan laporan investigasi guna memastikan setiap kesimpulan yang diambil didasarkan pada data faktual, analisis ilmiah, dan bukti teknis yang valid serta rasa keadilan," tegas Taufiq.

Masyarakat Diminta Menunggu Hasil Investigasi

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berharap masyarakat dapat memberikan kepercayaan kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengungkap penyebab insiden tersebut.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan sekaligus menentukan langkah-langkah perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Seperti diketahui, kasus munisi nyasar di kawasan UNP masih menjadi perhatian publik. Sebelumnya, tim investigasi juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan berbagai bukti untuk memastikan asal-usul proyektil yang ditemukan dalam kasus tersebut.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved