Cuaca di Sumbar
Cuaca Panas Melanda Sumatra, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbau Warga Waspada Karhutla hingga Dehidrasi
Cuaca panas dan gerah tengah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fajar Alfaridho Herman
"Jadi matahari sekarang berada di belahan utara. Pergerakan angin dari selatan. Massa udara yang datang dari Australia tidak membawa banyak uap air sehingga energi untuk pembentukan awan-awan hujan menjadi berkurang," kata Jeni saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Akibat berkurangnya pasokan uap air tersebut, pembentukan awan hujan menjadi tidak optimal sehingga curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat ikut berkurang.
Kondisi ini menyebabkan cuaca cerah lebih dominan dan suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dibandingkan saat curah hujan tinggi.
"Kalaupun terjadi hujan, biasanya hanya bersifat lokal dan tidak berlangsung lama," ujarnya.
Merupakan Siklus Tahunan
Jeni menegaskan bahwa kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini bukan merupakan fenomena baru ataupun kejadian yang tidak biasa.
Menurutnya, pola tersebut merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi setiap memasuki bulan Juni.
Pada periode ini, posisi matahari berada di belahan bumi utara sehingga pola pergerakan angin berbeda dengan kondisi pada Desember atau Januari.
Ketika memasuki akhir tahun, angin bergerak dari Asia menuju Australia dan melewati wilayah samudra yang luas sehingga membawa banyak uap air. Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan yang lebih banyak di wilayah Indonesia.
Baca juga: Padang Terapkan E-Audit Terintegrasi, Pengawasan Keuangan dan Pengadaan Dilakukan Secara Real Time
Sebaliknya, pada periode sekarang, massa udara dari Australia cenderung lebih kering sehingga peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih sedikit.
"Ini memang siklus tahunan. Untuk bulan Juni curah hujan di Sumatera Barat umumnya berkurang dibanding periode musim hujan," jelasnya.
Potensi Hujan Meningkat pada 8 Juni 2026
Meski cuaca panas masih mendominasi, BMKG memprediksi adanya peningkatan potensi hujan pada 8 Juni 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Padang dan Pesisir Selatan.
Sementara itu, untuk periode 6 hingga 12 Juni 2026 secara umum sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Menurut Jeni, tanggal 8 Juni menjadi periode yang perlu diperhatikan karena potensi hujan diperkirakan lebih tinggi dibanding hari-hari lainnya dalam sepekan ke depan.
Selain itu, untuk Kota Padang sendiri masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan mulai sore hingga malam hari, bahkan berlanjut hingga dini hari.
Waspadai Dehidrasi dan Risiko Karhutla
| Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini: Mayoritas Berawan, Kota Padang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini Sabtu 6 Juni 2026: Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Cuaca Cerah Berawan Sambut Warga Padang di Akhir Pekan, Siang Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar Hari Ini, Hanya Dharmasraya Diprediksi Hujan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Senin 18 Mei 2026, Waspada Hujan di Pesisir Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/060626-cuaca-panas-di-sumbar.jpg)