Ekonomi
Ekonom Unand Beberkan 3 Langkah Strategis Selamatkan Rupiah yang Tembus Rp18.040 per Dolar AS
Ekonom Unand Syafruddin Karimi membeberkan tiga langkah strategis guna menyelamatkan nilai tukar mata uang
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
"Situasi ini menunjukkan pola risk-off: pasar meminta premi risiko lebih tinggi karena menilai stabilitas rupiah, prospek laba emiten, dan kredibilitas kebijakan sedang diuji," ujarnya.
Ia juga menilai Indonesia masih memiliki sejumlah bantalan ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi yang tetap positif dan inflasi yang relatif terkendali.
Akan tetapi, pasar tidak hanya melihat kondisi saat ini, melainkan juga mempertimbangkan berbagai risiko ke depan, termasuk biaya impor, beban utang valas, arus modal, serta kemampuan kebijakan dalam menjaga kepercayaan.
Perihal penyebab pelemahan rupiah, Syafruddin menyebut kondisi tersebut merupakan kombinasi faktor eksternal dan domestik.
Dari sisi eksternal, gejolak global, suku bunga internasional yang tinggi, harga energi, ketegangan geopolitik, serta meningkatnya permintaan terhadap aset aman membuat dolar AS tetap kuat.
Baca juga: Polisi Bakar Pondok Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Sita Puluhan Jeriken Solar
Sedangkan dari sisi domestik, rupiah menghadapi tekanan karena Indonesia masih bergantung pada impor strategis, mulai dari bahan baku industri, energi, pangan tertentu, obat-obatan hingga barang modal.
"Ketika rupiah melemah, kebutuhan dolar dari importir dan korporasi meningkat. Investor asing juga menghitung return dalam dolar AS. Jika rupiah turun lebih dalam, keuntungan saham atau obligasi dalam rupiah bisa hilang setelah dikonversi ke dolar," jelasnya.
Ia menambahkan, data kawasan menunjukkan rupiah lebih rentan dibandingkan beberapa mata uang negara ASEAN lainnya.
Menurut Syafruddin, hal tersebut menunjukkan pasar tidak hanya merespons kekuatan dolar AS, tetapi juga menilai risiko spesifik Indonesia.
"Struktur ekspor yang belum cukup bernilai tambah, ketergantungan pada komoditas, dan sensitivitas terhadap arus portofolio membuat rupiah cepat tertekan ketika sentimen global memburuk," katanya. (*)
| Ekonom Unand Minta Pemerintah Contoh BJ Habibie dalam Memulihkan Kepercayaan Pasar dan Rupiah |
|
|---|
| Rupiah Melemah Tembus Rp18.040 per Dolar AS, Ekonom Unand Sebut Alarm Risiko Ekonomi Indonesia |
|
|---|
| Pakar Ekonomi UNAND: Tarif Impor Trump Ancam Ekonomi Indonesia: Dampak, Respons & Langkah Strategis |
|
|---|
| Harga Emas Turun, Sementara US Dollar Di PT Uda Metro Money Ex Change Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pakar-Ekonomi-dari-Universitas-Andalas-Unand-Prof-Syafruddin-Karim-652026.jpg)