29 Eks Napiter dari 4 Provinsi Ikuti Pelatihan Teknisi AC di Padang, Densus 88 Gandeng Astra

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi mantan napiter setelah bebas adalah memperoleh kesempatan kerja dan membangun kemandirian ekonomi.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diikuti 29 mantan narapidana terorisme dan mantan jaringan terorisme dari Sumbar, Sumut, Jambi, dan Riau tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan kerja serta mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta. 
Ringkasan Berita:
  • Salah satu tantangan yang dihadapi mantan napiter setelah bebas adalah memperoleh kesempatan kerja.
  • Oleh karena itu digelar pelatihan teknisi pendingin udara (AC) bagi mantan narapidana terorisme di Kota Padang.
  • Pesertenya berjumlah 29 orang yang berasal dari Sumbar, Sumut, Riau, dan Jambi.
  • Peserta juga mendapatkan peralatan kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan profesi sebagai teknisi AC.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Densus 88 Anti Teror Polri bersama PT Astra International Tbk menggelar pelatihan teknisi pendingin udara (AC) bagi mantan narapidana terorisme (napiter), mantan jaringan terorisme, dan perwakilan organisasi keagamaan di Kota Padang.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Juni 2026 di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Kementerian Sosial RI.

Sebanyak 29 peserta dari empat provinsi mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 14 peserta dari Sumatera Barat, 10 peserta dari Sumatera Utara, empat peserta dari Jambi, dan satu peserta dari Riau.

Kegiatan ini menjadi pelatihan ketujuh yang digelar melalui kerja sama Densus 88 dan Astra setelah sebelumnya dilaksanakan di Bogor, Solo, Makassar, Palembang, Banten, dan daerah lainnya.

Bentuk Kehadiran Negara

IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026).
IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Kasatgaswil Sumbar Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Jim Brilliant Bernes mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan napiter setelah menjalani masa pidana.

Menurutnya, penanggulangan terorisme tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

Baca juga: Densus 88 Jemput Eks Napiter Perempuan di Tanah Datar, Kini Kembali ke Pelukan Keluarga

"Proses penanggulangan terorisme membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Hari ini kita melihat kolaborasi antara Densus 88, pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan PT Astra International untuk memberikan pembekalan kepada mitra reintegrasi kami yang sebelumnya pernah berhadapan dengan hukum," kata Jim di Padang, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi mantan napiter setelah bebas adalah memperoleh kesempatan kerja dan membangun kemandirian ekonomi.

Karena itu, pelatihan keterampilan menjadi langkah penting agar mereka memiliki kemampuan profesional yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

"Kita tidak selesai hanya dengan proses hukum. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa kembali diterima masyarakat, hidup mandiri, bahkan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Peserta Dipilih Melalui Asesmen Profesional

IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026).
IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Jim menjelaskan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi dan asesmen yang dilakukan secara profesional oleh pihak Astra.

Densus 88 hanya mengusulkan calon peserta dari masing-masing wilayah, sementara proses penilaian sepenuhnya dilakukan oleh pihak perusahaan.

Baca juga: Breaking News: Wanda, Terdakwa Mutilasi Tiga Perempuan di Padang Pariaman Divonis Mati

"Peserta dipilih berdasarkan asesmen profesional. Kami tidak ikut campur dalam proses tersebut. Astra yang menentukan siapa yang layak mengikuti pelatihan," katanya.

Selain pelatihan teknisi AC, Densus 88 juga menjalankan berbagai program pemberdayaan lainnya bersama kementerian dan lembaga, termasuk pelatihan sertifikasi juru sembelih halal bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Sudah Digelar di Tujuh Daerah

Sementara itu, Dept. Head Strategic Business Intelligence PT Astra International Tbk, Jaka Fernando mengatakan program tersebut merupakan implementasi nilai perusahaan yang menekankan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Ia menyebutkan, pelatihan di Padang merupakan batch ketujuh khusus bagi eks napiter binaan Densus 88.

Sejak dimulai pada 2023, program serupa telah menjangkau hampir 300 peserta di berbagai daerah.

"Kami merasa terhormat bisa berkolaborasi dengan Densus 88. Kegiatan hari ini merupakan batch ketujuh dan total peserta yang telah mengikuti program ini hampir mencapai 300 orang," ujarnya.

Menurut Jaka, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga mentalitas berwirausaha.

Baca juga: BPS Sumbar Catat NTP Naik 3,93 Persen, Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Justru Merosot

Peserta juga mendapatkan peralatan kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan profesi sebagai teknisi AC.

"Ini merupakan one stop solution untuk mencetak teknisi AC profesional. Kami memberikan pelatihan teknis, manajemen bisnis, hingga perlengkapan kerja yang dapat langsung digunakan di lapangan," katanya.

Pendapatan Peserta Meningkat

Jaka mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan program tersebut memberikan dampak positif bagi peserta dan keluarganya.

Banyak alumni pelatihan yang kini mampu bekerja secara mandiri dan memperoleh tambahan penghasilan yang signifikan.

Baca juga: Wanda Hanya Tertunduk Divonis Mati Kasus Mutilasi, Tangis Keluarga Korban Pecah di Ruang Sidang

"Berdasarkan laporan yang kami terima, rata-rata peningkatan pendapatan peserta berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Bahkan ada yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, Astra bersama Densus 88 juga melakukan pendampingan pasca pelatihan melalui monitoring dan pengintegrasian peserta ke dalam komunitas teknisi AC binaan Astra.

Pemprov Sumbar Siap Dukung

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Mursalim, mengapresiasi kolaborasi Densus 88 dan Astra dalam memberikan keterampilan kepada mantan napiter.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi mantan napiter agar dapat kembali diterima masyarakat.

Baca juga: BPS Sumbar Catat Nilai Ekspor Januari-April 2026 Tembus 1 Miliar Dollar AS, India Jadi Tujuan Utama

"Mereka membutuhkan pendampingan dan penguatan agar bisa hidup normal serta diterima kembali oleh lingkungan sosialnya. Pelatihan ini memberikan keahlian yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga mereka," katanya.

Mursalim menyatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan berupaya mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk membuka peluang pemanfaatan jasa para alumni pelatihan.

"Kami berharap OPD maupun ASN di lingkungan Pemprov Sumbar dapat memanfaatkan jasa mereka. Kalau ada AC rusak di kantor atau di rumah, bisa menggunakan jasa para peserta yang telah dilatih ini," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved