Inflasi Sumbar
Harga Cabai Merah dan Emas Melejit, Inflasi Sumatra Barat Tembus 3,91 Persen di Mei 2026
Tekanan inflasi di Provinsi Sumatra Barat kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada pertengahan kuartal kedua tahun ini.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Inflasi Sumbar Mei 2026 tembus 3,91 persen, cabai merah jadi pemicu utama.
- Harga cabai merah melonjak 26,03 persen, dampaknya terasa di pasar.
- Emas perhiasan turun bulanan, tapi justru jadi pendorong inflasi tahunan.
- Dharmasraya catat inflasi tertinggi, Padang jadi daerah dengan angka terendah.
- Data BPS ungkap pangan masih jadi penentu naik turunnya harga di Sumbar.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tekanan inflasi di Provinsi Sumatra Barat kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada pertengahan kuartal kedua tahun ini.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat pada Selasa (2/6/2026), wilayah ini mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,90 persen sepanjang Mei 2026.
Lonjakan tersebut mengonfirmasi adanya dinamika fluktuasi harga yang cukup tinggi di tingkat konsumen, terutama dipicu oleh kelompok pangan bergejolak serta komoditas logam mulia.
Kondisi pergerakan indeks harga ini dipaparkan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sumatra Barat, Nurul Hasanudin, dalam acara Press Release Berita Resmi Statistik yang berlangsung di Kantor BPS Sumbar, Kota Padang.
Pemaparan data yang disiarkan secara langsung melalui kanal digital tersebut memperlihatkan potret makroekonomi terkini terkait tingkat kesejahteraan riil masyarakat, indeks harga, pariwisata, hingga dinamika ekspor-impor di wilayah Sumatra Barat.
Baca juga: Ketua DPRD Sumbar Jagokan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026, Singgung Efek Cristiano Ronaldo
Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) atau akumulasi perubahan harga sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 telah mencapai angka 0,47 persen.
Namun, yang menjadi perhatian serius adalah laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Mei 2026 terhadap Mei 2025 yang menembus angka 3,91 persen.
Angka tahunan ini berada di batas atas target sasaran inflasi nasional, yang menandakan beban pengeluaran rumah tangga di ranah Minang mengalami eskalasi yang cukup tebal dalam setahun terakhir.
Jika dibedah berdasarkan pengeluaran sektoral secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memegang andil paling dominan terhadap pembentukan inflasi di Sumatra Barat.
Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,73 persen dengan menyumbang andil inflasi (share) sebesar 0,58 persen.
Baca juga: BPS Sumbar Catat Inflasi Tahunan Sumatera Barat Tembus 3,91 Persen per Mei 2026
Di samping itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga ikut mengerek indeks dengan inflasi sebesar 1,57 persen dan andil sebesar 0,17 persen terhadap total inflasi.
“Secara lebih rinci, komoditas utama yang menjadi motor penggerak utama laju inflasi bulanan di Sumatra Barat pada Mei 2026 adalah cabai merah. Berdasarkan pantauan statistik penyeimbangan harga di pasar, cabai merah mengalami lonjakan harga sebesar 26,03 persen secara bulanan dan memberikan andil inflasi tersendiri sebesar 0,40 persen,”jelasnya.
Selain cabai merah, komoditas bumbu-bumbuan lain seperti bawang merah juga naik 6,93 persen dengan andil 0,06 persen, disusul oleh nasi dengan lauk (naik 1,86 persen; andil 0,05 persen), minyak goreng (naik 2,49 persen; andil 0,04 persen), serta tarif angkutan udara yang merangkak naik sebesar 5,37 persen dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.
Sebaliknya, tekanan inflasi bulanan di Sumatra Barat sedikit tertahan oleh adanya deflasi pada sejumlah komoditas pangan pokok lainnya. Daging ayam ras, misalnya, mencatatkan penurunan harga sebesar 8,86 persen dengan andil deflasi sebesar 0,13 persen.
“Komoditas lain yang ikut mengalami penurunan harga secara bulanan antara lain jengkol yang turun signifikan sebesar 12,27 persen, telur ayam ras minus 3,10 persen, kentang minus 5,95 persen, serta komoditas emas perhiasan yang mengalami koreksi teknis bulanan sebesar 2,65 persen,”kata Nurul.
Baca juga: Polres Agam Tangkap Bandar Sabu di Lubuk Basung, Polisi Sita Lima Paket Siap Edar
angka inflasi
penyebab inflasi
Inflasi Sumbar
pengendalian inflasi
BPS Sumbar
Laporan Ekonomi BPS Sumbar
| BPS Sumbar Catat Inflasi Tahunan Sumatera Barat Tembus 3,91 Persen per Mei 2026 |
|
|---|
| Harga Sawit dan Gabah Melambung, Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Naik Tajam April 2026 |
|
|---|
| Warga Sumbar Harus Bayar Makan Lebih Mahal, Harga Lauk Nasi Naik Picu Inflasi April 2026 |
|
|---|
| Jengkol dan Ikan Cakalang Picu Inflasi Sumatera Barat April 2026, Emas Perhiasan Paling Dominan |
|
|---|
| Dharmasraya Jadi Wilayah Inflasi Tertinggi di Sumbar, Tembus 3,44 Persen per April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BPS-SUMBAR-Badan-PdBPSdaladumbar-Kota-Padang.jpg)