Dugaan Malpraktik
Usut Kematian Bayi Alceo, MDP Kemenkes Juga Mintai Keterangan RS Hermina dan RSUP M Djamil
"Kami sudah menerangkan ke tim MDP, apa yang menurut kami menyebabkan Alceo meninggal," sebutnya.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Majelis Disiplis Profesi (MDP) di bawah naungan Kemenkes RI datangi kediaman keluarga Alceo Hanan Flantika.
- Keluarga menyampaikan terkait dugaan penyebab kematian anaknya Alceo.
- Usai meminta keterangan dari pihak keluarga, MDP Kemenkes juga akan meminta keterangan dari pihak rumah sakit.
- Keluarga konsisten anaknya meninggal bukan oleh luka bakar, namun adanya dugaan kelalaian.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kasus dugaan kelalaian medis dalam kasus kematian bayi Alceo Hanan Flantika (1,2) di RSUP M Djamil Padang memasuki babak baru. Tim Majelis Disiplin Profesi (MDP) Kemenkes RI mulai turun tangan mengusut kasus ini dengan memeriksa pihak keluarga, Senin (1/6/2026).
MDP dijadwalkan mengeluarkan surat rekomendasi dalam 14 hari kerja ke depan, yang akan menjadi penentu kelanjutan proses hukum di kepolisian.
Ayah Alceo, Doris Flantika, menyebut bahwa tim Majelis Disiplin Profesi tidak hanya meminta keterangan pihak keluarga, namun juga dari RS Hermina dan RSUP M Djamil Padang.
Setelah 14 hari kerja nantinya, tim MDP akan mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk surat atas kematian Alceo.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Doris Flantika usai kedatangan tim MDP dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Sebelumnya diketahui, Alceo Hanan Flantika merupakan bayi berumur 1,2 tahun yang mengalami luka bakar 23 persen dan sempat dirawat RS Hermina dan RSUP M Djamil Padang.
Baca juga: Tim MDP Minta Keterangan Keluarga, Doris: Kami Konsisten Alceo Meninggal Bukan karena Luka Bakar
Alceo dirawat sejak 26 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 lalu di RSUP M Djamil Padang.
Meninggalnya Alceo di rumah sakit tersebut, diduga pihak keluarga karena adanya kelalaian, bahkan hingga kini kasusnya telah menempuh jalur hukum.
Sementara, Doris mengatakan bahwa pihak keluarga sejak awal hingga saat ini masih konsisten terkait kematian anaknya, bukan disebabkan oleh luka bakar, namun karena diduga adanya kelalaian di RSUP M Djamil Padang.
"Kami masih konsisten, Alceo ini meninggal bukan gara-gara luka bakarnya, tapi karena syok sepsis dan ini sesuai juga dengan resume medis," katanya.
Untuk diketahui, Syok sepsis (atau syok septik) merupakan komplikasi paling parah dari sepsis.
Kondisi ini terjadi ketika respons ekstrem tubuh terhadap suatu infeksi memicu penurunan tekanan darah secara drastis, sehingga menyebabkan kegagalan fungsi organ yang mengancam jiwa.
Keterangan yang sama juga diberikan oleh pihak keluarga kepada tim MDP saat meminta keterangan kepada Doris dan sang istri Nuri Khairma.
"Kami sudah menerangkan ke tim MDP, apa yang menurut kami menyebabkan Alceo meninggal," sebutnya.
Doris mengatakan, setelah tim MDP meminta keterangan kepadanya, mereka akan melakukan hal yang sama kepada RS Hermina dan RSUP M Djamil Padang.
Baca juga: Gali Kronologi Kematian Bayi Alceo, Tim Kemenkes Ajukan 20 Pertanyaan ke Keluarga Korban
dugaan malpraktik Padang
malpraktik
Padang
Alceo Hanan Flantika
Rumah Sakit M Djamil
RSUP Dr M Djamil Padang
| Tim MDP Minta Keterangan Keluarga, Doris: Kami Konsisten Alceo Meninggal Bukan karena Luka Bakar |
|
|---|
| Gali Kronologi Kematian Bayi Alceo, Tim Kemenkes Ajukan 20 Pertanyaan ke Keluarga Korban |
|
|---|
| Kasus Bayi Alceo, Dinkes Sumbar Sebut RSUP M Djamil Belum Penuhi Panggilan |
|
|---|
| Wamenkes Bungkam Soal Kasus Bayi Alceo, Pengawal Halangi Wartawan saat Doorstop di Padang |
|
|---|
| Keluarga Alceo Laporkan Kejanggalan Dokumen Kematian ke Polda Sumbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ayah-Alceo-Doris-Flantika-2-162026.jpg)