Jembatan Putus di Padang Pariaman

Akses Warga Anduring Terputus, Pemkab Padang Pariaman Rencanakan Pembangunan Jembatan Bailey

Ia menyebut, setiap hari sekitar seribuan sepeda motor dan becak melintasi kawasan tersebut untuk aktivitas sekolah, bekerja hingga ke pasar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar

Ia sadar risiko terlambat menjadi bagian dari kesehariannya. Namun, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk tetap bersekolah.

Pelajar antre di tepian Sungai Lubuk Aur und
JEMBATAN PUTUS - Pelajar antre di tepian Sungai Lubuk Aur untuk menyeberang menggunakan rakit darurat, Rabu (6/5/2026). Mereka menunggu giliran sejak pagi karena jembatan putus akibat banjir bandang November 2025.

Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Sapi Kurban Presiden, Dua Jemaah Haji Wafat dan Jembatan Batang Mimpi

“Guru sudah tahu kondisi kami. Jadi diberi toleransi kalau terlambat,” katanya.

Awalnya, Afdal mengaku takut menyeberangi sungai dengan rakit sederhana tersebut. Derasnya arus dan kondisi rakit yang jauh dari kata aman sempat membuatnya ragu.

Namun waktu mengubah segalanya.

“Dulu takut, sekarang sudah terbiasa,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Alif (17), pelajar lainnya. Setiap hari, ia juga mengandalkan rakit itu untuk pergi dan pulang sekolah.

“Lewat sini terus. Rakit ini sangat membantu,” katanya.

Baca juga: Arah Pembangunan Ekonomi Sumbar Harus Bersifat Integratif

Untuk menyeberang, warga tidak dikenakan tarif pasti. Mereka cukup membayar seikhlasnya.

“Bayarnya seikhlas kita saja,” tambah Alif.

Di balik kesederhanaannya, rakit ini menjadi urat nadi kehidupan warga. 

Tak hanya pelajar, para guru, petani, hingga masyarakat umum bergantung padanya untuk mencapai jalan utama Padang–Bukittinggi.

Namun, ancaman selalu mengintai.

Baca juga: Pengangguran Sumbar Turun: Ini Bentuk Survival Employment, Bukan Produktivitas Meningkat

Beberapa waktu lalu, kawasan ini sempat viral setelah seorang lansia, Afrizal Yatim (70), terseret arus saat mencoba menyeberang. Ia hanyut beberapa meter sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga.

Peristiwa itu menjadi pengingat nyata betapa berbahayanya akses yang kini harus dilalui setiap hari.

Hingga kini, jembatan yang roboh akibat banjir bandang 2025 belum juga diperbaiki. Meski sebuah alat berat sudah terlihat di lokasi.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved