BPS Catat 178 Ribu Lebih Orang di Sumbar Masih Menganggur
Bila Februari 2025 tingkat pengangguran terbuka berada di level 5,69 persen, maka Februari 2026 turun menjadi 5,51 persen.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 178 ribu lebih penduduk Sumatera Barat belum terserap lapangan kerja.
- Sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama dalam penyerapan tenaga kerja di Ranah Minang.
- Selama setahun terakhir, sektor pertanian mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,35 persen poin.
- Profil pekerja di Sumatera Barat masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.
TRIBUNPADANG.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumatera Barat 2026 ini turun.
Bila Februari 2025 tingkat pengangguran terbuka berada di level 5,69 persen, maka Februari 2026 turun menjadi 5,51 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan penggangguran.
Baca juga: 3,06 Juta Orang di Sumbar Sudah Bekerja, BPS Ungkap Sektor Informal Masih Mendominasi
Secara nominal, jumlah penganggur di Sumbar berkurang sebanyak 1,05 ribu orang.
Saat ini tersisa sekitar 178 ribu lebih penduduk yang belum terserap lapangan kerja.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, dalam rilis resmi di Padang, Selasa (5/5/2026), memaparkan sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama dalam penyerapan tenaga kerja di Ranah Minang.
Selama setahun terakhir, sektor pertanian mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,35 persen poin.
Di posisi berikutnya, sektor perdagangan dan sektor akomodasi makan-minum juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja baru.
Baca juga: Daging Ayam Ras Pemicu Inflasi di Sumatera Barat Maret 2026, BPS Catat Kenaikan Harga
Bertumpu ke Sektor Informal
Namun, di balik angka-angka pertumbuhan tersebut, struktur ketenagakerjaan Sumatera Barat masih didominasi oleh sektor informal.
Tercatat sebanyak 64,04 persen atau sekitar 1,96 juta pekerja di provinsi ini menggantungkan hidupnya di sektor informal, seperti berusaha sendiri atau menjadi pekerja keluarga.
Sementara pekerja formal baru mencapai 35,96 persen atau 1,10 juta orang.
"Meskipun ada peningkatan jumlah pekerja formal dari 1,07 juta menjadi 1,10 juta orang, dominasi sektor informal tetap menjadi catatan penting. Hal ini berkaitan erat dengan perlindungan jaminan sosial dan kepastian pendapatan bagi para pekerja kita," tambah Nurul.
Tren Pemulihan
Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tren pemulihan yang cukup stabil sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
Meski demikian, sejumlah tantangan struktural, mulai dari dominasi sektor informal hingga fenomena penuaan penduduk, mulai membayangi prospek ekonomi di wilayah berpenduduk 5,7 juta jiwa ini.
| Update Embarkasi Padang: 3.913 Jemaah Haji Berangkat, Dua Orang Wafat di Madinah |
|
|---|
| 3,06 Juta Orang di Sumbar Sudah Bekerja, BPS Ungkap Sektor Informal Masih Mendominasi |
|
|---|
| Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02 Persen, Sektor Pariwisata dan Ekspor CPO Melejit Tajam di Awal 2026 |
|
|---|
| Motivasi Siswa ala Kapolres Mentawai di SDN 16 Tuapejat, Bagi Resep Pesan 3B |
|
|---|
| Harga Minyakita di Pasar Raya Padang Stabil, Pedagang Tak Berani Naikkan Harga Karena Takut Komplain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/178-ribu-lebih-penduduk-Sumbar-belum-terserap-lapangan-kerja.jpg)