BPS Catat 178 Ribu Lebih Orang di Sumbar Masih Menganggur

Bila Februari 2025 tingkat pengangguran terbuka berada di level 5,69 persen, maka Februari 2026 turun menjadi 5,51 persen.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
BPS-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, dalam rilis resmi di Padang, Selasa (5/5/2026). Saat ini tersisa sekitar 178 ribu lebih penduduk yang belum terserap lapangan kerja. 

Nurul Hasanudin, menuturkan jumlah penduduk usia kerja di Sumatera Barat kini mencapai 4,52 juta orang. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,24 juta orang merupakan Angkatan Kerja (AK), yang mencerminkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pasar kerja yang terus menguat.

"Terdapat penambahan angkatan kerja sebanyak 84,70 ribu orang dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa gairah ekonomi di masyarakat kembali meningkat, di mana lebih banyak penduduk yang kini aktif bekerja atau setidaknya mulai mencari pekerjaan," ujar Nurul Hasanudin.

Data BPS mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Barat berada di angka 71,76 persen, atau naik 0,81 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. 

TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap banyaknya penduduk usia kerja.

Secara jender, TPAK laki-laki masih mendominasi di angka 83,42 persen, sementara TPAK perempuan berada di level 60,03 persen. 

Kenaikan partisipasi perempuan ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan angkatan kerja secara keseluruhan.

Sejalan dengan naiknya partisipasi kerja, jumlah penduduk yang bekerja di Sumatera Barat tercatat mencapai 3,06 juta orang pada Februari 2026. 

Angka ini bertambah sebanyak 85,75 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi daya serap pasar kerja lokal terhadap limpahan angkatan kerja baru.

Pekerja Lulusan SD Tertinggi

Dari perspektif pendidikan, profil pekerja di Sumatera Barat masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. 

Penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan SD ke bawah mencapai 31,07 persen, disusul lulusan SMA sebesar 24,09 persen. 

Sementara itu, proporsi pekerja berpendidikan tinggi (Diploma IV, S1, S2, S3) hanya mencakup sekitar 17,11 persen dari total penduduk bekerja.

Fenomena menarik lainnya yang disoroti BPS adalah mulai masuknya Sumatera Barat ke dalam fase penuaan penduduk (ageing population). 

Kondisi ini ditandai dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat seiring menurunnya tingkat kelahiran. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved