3,06 Juta Orang di Sumbar Sudah Bekerja, BPS Ungkap Sektor Informal Masih Mendominasi
Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tren pemulihan yang cukup stabil sepanjang periode Februari 2025
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- BPS Sumbar catat 3,06 juta warga bekerja hingga Feb 2026
- Angkatan kerja naik, partisipasi tembus 71,76 persen
- Pengangguran turun, tapi jumlahnya masih ratusan ribu
- Sektor informal dominasi hingga 64 persen tenaga kerja
- Fenomena penuaan penduduk mulai bayangi ekonomi Sumbar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tren pemulihan yang cukup stabil sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
Meski demikian, sejumlah tantangan struktural, mulai dari dominasi sektor informal hingga fenomena penuaan penduduk, mulai membayangi prospek ekonomi di wilayah berpenduduk 5,7 juta jiwa ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, dalam rilis resmi di Padang, Selasa (5/5/2026), memaparkan bahwa jumlah penduduk usia kerja di Sumatera Barat kini mencapai 4,52 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,24 juta orang merupakan Angkatan Kerja (AK), yang mencerminkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pasar kerja yang terus menguat.
"Terdapat penambahan angkatan kerja sebanyak 84,70 ribu orang dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa gairah ekonomi di masyarakat kembali meningkat, di mana lebih banyak penduduk yang kini aktif bekerja atau setidaknya mulai mencari pekerjaan," ujar Nurul Hasanudin.
Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden di Sumbar Wajib Jantan dan Tak Dikebiri, Simak Kriteria Lengkapnya
Data BPS mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Barat berada di angka 71,76 persen, atau naik 0,81 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara jender, TPAK laki-laki masih mendominasi di angka 83,42 persen, sementara TPAK perempuan berada di level 60,03 persen.
Kenaikan partisipasi perempuan ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan angkatan kerja secara keseluruhan.
Sejalan dengan naiknya partisipasi kerja, jumlah penduduk yang bekerja di Sumatera Barat tercatat mencapai 3,06 juta orang pada Februari 2026.
Angka ini bertambah sebanyak 85,75 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02 Persen, Sektor Pariwisata dan Ekspor CPO Melejit Tajam di Awal 2026
Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi daya serap pasar kerja lokal terhadap limpahan angkatan kerja baru.
Dari sisi kualitas pengangguran, Sumatera Barat mencatatkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,51 persen.
Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang berada di level 5,69 persen. Secara nominal, jumlah penganggur berkurang sebanyak 1,05 ribu orang, sehingga saat ini tersisa sekitar 178,68 ribu penduduk yang belum terserap lapangan kerja.
Nurul menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama dalam penyerapan tenaga kerja di Ranah Minang.
Selama setahun terakhir, sektor pertanian mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,35 persen poin.
• Sapi Kurban Presiden Prabowo di Sumbar Diprioritaskan ke Masjid yang Belum Pernah Terima Bantuan
| Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02 Persen, Sektor Pariwisata dan Ekspor CPO Melejit Tajam di Awal 2026 |
|
|---|
| Kinerja Perdagangan Sumbar: India Tetap Jadi Pasar Utama Ekspor Minyak Nabati |
|
|---|
| Geliat Pariwisata Sumatera Barat: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Maret 2026 Melonjak 30 Persen |
|
|---|
| Warga Sumbar Harus Bayar Makan Lebih Mahal, Harga Lauk Nasi Naik Picu Inflasi April 2026 |
|
|---|
| Jengkol dan Ikan Cakalang Picu Inflasi Sumatera Barat April 2026, Emas Perhiasan Paling Dominan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BPS-Kepala-Badan-Pusat-Statistik-BPS-Sumaterad.jpg)