Kabupaten Dharmasraya
Sumur Warga Mengering, Empat Jorong di Dharmasraya Dilanda Krisis Air Bersih
Sejauh ini, pemetaan wilayah terdampak difokuskan pada empat jorong di Nagari Empat Koto Pulau Punjung, Dharmasraya.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Sebagian besar dari mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon atau menempuh jarak jauh demi mengambil air dari sumber yang masih mengalir.
Mengeringnya sumur warga menjadi sinyal kuat bahwa dampak kemarau tahun ini cukup signifikan.
Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dari pemerintah kabupaten maupun pusat.
Menurutnya, intervensi ini meredam kekhawatiran warga yang mulai kesulitan mendapatkan air layak konsumsi selama sebulan terakhir.
Baca juga: Awal Ramadan 2026, Sejumlah Wilayah di Dharmasraya Kekeringan, 64.000 Liter Air Dipasok Setiap Hari
Meskipun hujan sempat turun dalam intensitas kecil beberapa waktu lalu, David menyebut volumenya belum cukup untuk memulihkan debit air tanah.
Ia berharap langkah darurat ini dapat diteruskan hingga siklus cuaca kembali normal dan sumber air warga kembali terisi.
"Kami terus berdoa agar hujan segera turun dengan intensitas yang cukup. Namun, selama kondisi belum membaik, bantuan seperti ini adalah penyambung hidup bagi warga kami," ujar David.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Rahmatsyah Rangkuti, menyatakan bahwa aksi cepat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif yang dilakukan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.
Pemerintah daerah bergerak cepat menggandeng BPBPK Sumbar agar masyarakat tidak semakin terbebani di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Bantuan ini krusial untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama saat ini kita sedang berada di bulan Ramadan. Kebutuhan air untuk konsumsi dan ibadah tentu meningkat," ujar Rahmatsyah mewakili Kepala Dinas PUPR, Zakirman.
Dalam teknis operasionalnya, petugas mengerahkan dua unit truk tangki yang bekerja ekstra.
Baca juga: 3 Berita Populer Sumbar: Pedagang Setubuhi Anak, Tanah Datar Siapkan 10,9 Ha untuk Sekolah Rakyat
Masing-masing armada melakukan delapan kali perjalanan distribusi setiap harinya guna menjangkau seluruh kawasan yang membutuhkan.
Skema ini diharapkan mampu menutup celah kelangkaan air yang dialami ribuan jiwa di kawasan tersebut.
Pihak PUPR juga telah menyiapkan rencana kontingensi apabila kekeringan terus berlanjut.
Jika dalam beberapa hari ke depan hujan dengan intensitas memadai belum juga mengguyur Dharmasraya, pemerintah akan mengusulkan pembangunan infrastruktur air bersih yang lebih stabil namun bersifat portabel.
"Kami berencana mengusulkan kepada BPBPK Sumbar untuk membangun beberapa unit penampungan serta sistem penyaluran air portabel di sejumlah titik strategis. Hal ini bertujuan agar akses masyarakat terhadap air bersih menjadi lebih dekat dan mudah," tambah Rahmatsyah.(*)
krisis air bersih
kesulitan air bersih
Layanan Air Bersih
Penggunaan Air Bersih
bantuan air bersih
Ramadan 2026
Ramadan 1447H
Ramadan
Dharmasraya
Sumatera Barat
Pulau Punjung
| Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, Dharmasraya Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD |
|
|---|
| Semarak CFD Dharmasraya: Ada Bazaar UMKM, hingga Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Gelar Car Free Day dan Pasar Kuliner Akhir Pekan, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Dharmasraya Prioritaskan Perbaikan Jalan Provinsi dalam RKPD 2027 untuk Perkuat Akses Distribusi |
|
|---|
| Belanja Pegawai Tembus 58 Persen, Bupati Dharmasraya Siapkan 4 Strategi Genjot PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bantuan-air-bersih-di-dharmaraya-3-2222026.jpg)