Kabupaten Dharmasraya

Belanja Pegawai Tembus 58 Persen, Bupati Dharmasraya Siapkan 4 Strategi Genjot PAD

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kini tengah berada di persimpangan jalan antara prestasi makro

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya
BUPATI DHARMASRAYA: Kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah terlihat jelas dari rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini hanya berada di angka 14,17 persen. Bupati Annisa tidak tinggal diam dan telah menyiapkan empat strategi tempur untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Dharmasraya. 

Ringkasan Berita:
  • Belanja pegawai Dharmasraya capai 58 persen, jauh di atas rasio ideal keuangan daerah.
  • Kondisi ini muncul dalam Musrenbang RKPD 2027 di Pulau Punjung.
  • Kebutuhan pembangunan Dharmasraya 2027 diperkirakan tembus Rp2 triliun.
  • PAD Dharmasraya baru 14,17 persen, jauh dari kebutuhan pembangunan.
  • Bupati Annisa siapkan empat strategi untuk mengejar peningkatan PAD.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kini tengah berada di persimpangan jalan antara prestasi makro yang gemilang dengan tekanan fiskal yang cukup berat di tahun 2025.

Meskipun indikator ekonomi menunjukkan tren positif, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, harus menghadapi realita beban belanja pegawai yang masih mendominasi postur APBD daerah tersebut.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Pulau Punjung beberapa waktu lalu terungkap bahwa belanja pegawai Dharmasraya mencapai angka 58 persen.

Angka ini dinilai cukup tinggi dan berada jauh di atas rasio ideal yang seharusnya berada di kisaran 30 persen, sebagaimana target tata kelola keuangan daerah yang sehat.

Bupati Annisa mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat pihaknya tidak melakukan pembukaan formasi baru, namun beban tersebut tetap melonjak secara signifikan.

Baca juga: Solok Selatan Siapkan Ekonomi Hijau, Berhenti Ekspor Bahan Mentah demi Kesejahteraan Rakyat

Berdasarkan hasil Musrenbang, total kebutuhan dana untuk pembangunan tahun 2027 diprediksi mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp2 triliun.

“Dharmasraya mencatat ada 231 usulan prioritas dari masyarakat dengan nilai Rp313,95 miliar, di mana sektor infrastruktur masih mendominasi dengan angka Rp268,1 miliar,”terangnya dilansir resmi Rabu (8/4/2026).

Kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah terlihat jelas dari rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini hanya berada di angka 14,17 persen.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Annisa tidak tinggal diam dan telah menyiapkan empat strategi tempur untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Dharmasraya.

Strategi pertama adalah optimalisasi PAD dengan menyasar sektor-sektor besar, terutama pajak dan retribusi dari sektor pertambangan serta perkebunan skala korporasi.

Baca juga: Mayoritas Daerah Berawan, Simak Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumatera Barat Hari Ini 8 April 2026

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mulai melirik potensi Pajak Air Permukaan sebagai salah satu lumbung pendapatan baru yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.

Langkah kedua yang disiapkan adalah penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan difokuskan pada sektor pangan, pakan ternak, hingga industri pengolahan kelapa sawit.

Ketiga, Bupati perempuan pertama di Dharmasraya ini berkomitmen meningkatkan daya beli masyarakat dengan memperkuat sektor riil seperti UMKM, pasar tradisional, dan menarik investasi swasta.

Terakhir, Bupati Annisa menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, provinsi, maupun pemanfaatan dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

Meski dihimpit beban belanja pegawai, Annisa optimistis bahwa dengan strategi yang tepat, Dharmasraya tetap bisa menjaga tren positif pembangunan yang sudah melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Barat.

Upaya ini dilakukan agar ketergantungan terhadap dana transfer pusat bisa perlahan berkurang dan Dharmasraya bisa lebih mandiri secara finansial dalam membangun infrastruktur demi masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved