Kabupaten Dharmasraya
Sumur Warga Mengering, Empat Jorong di Dharmasraya Dilanda Krisis Air Bersih
Sejauh ini, pemetaan wilayah terdampak difokuskan pada empat jorong di Nagari Empat Koto Pulau Punjung, Dharmasraya.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Kemarau panjang mengakibat sejumlah daerah di Dharmasraya krisis air bersih.
- Kemarau membuat sumur warga mengering, yang sudah terjadi hampit selama sebulan.
- Pemkab Dharmasraya bersama BPBPK Sumbar menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik terdampak.
- Pemerintah daerah menargetkan pendistribusian air bersih sebanyak 16 tangki per hari.
- Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 4.000 liter, maka total air bersih yang disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 64.000 liter setiap harinya.
TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Sebanyak empat jorong di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat mulai menyalurkan bantuan air bersih secara masif ke titik-titik terdampak.
Sejauh ini, pemetaan wilayah terdampak difokuskan pada empat jorong di Nagari Empat Koto Pulau Punjung, Dharmasraya.
Keempat wilayah tersebut meliputi Jorong Pulau Punjung, Jorong Tanjung Limau, Jorong Padang Duri, dan Jorong Ranah Pulau Punjung, di mana kondisi kekeringannya dinilai paling parah.
Baca juga: Resahkan Warga Saat Ramadan, 66 Motor Balap Liar Dikandangkan Polres Payakumbuh
Kemarau membuat sumur galian milik warga mengering selama hampir satu bulan akibat minimnya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Sejak Sabtu (21/2/2026), puluhan ribu liter air mulai mengalir ke rumah-rumah warga di Nagari Empat Koto, Kecamatan Pulau Punjung.
Pemerintah daerah menargetkan pendistribusian air bersih sebanyak 16 tangki per hari.
Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 4.000 liter, maka total air bersih yang disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 64.000 liter setiap harinya.
Baca juga: Suara dari Huntara Kapalo Koto, Irja: Hidup Berdampingan Sesama Penyintas dan Saling Menghibur Diri
Upaya darurat ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni hingga Minggu (22/2/2026).
Di lapangan, proses distribusi ini tidak dibiarkan tanpa pengawasan.
Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, bersama Camat Pulau Punjung, Erik Harja, turun langsung memantau pergerakan truk tangki.
Pengawasan ini dilakukan guna menjamin air sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan secara adil dan tepat sasaran.
Baca juga: Hujan Tak Kunjung Turun di Dharmasraya, Pemkab Bangun Sistem Air Portabel di Titik Strategis
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa air bersih tersebut menjadi tumpuan warga untuk berbagai keperluan vital.
Selain untuk memasak dan minum, air kiriman ini digunakan warga untuk mandi, mencuci, hingga keperluan wudu di masjid dan musala yang sumber airnya juga turut menyusut.
Sebelum bantuan ini tiba, warga sempat mengalami masa-masa sulit.
Sebagian besar dari mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon atau menempuh jarak jauh demi mengambil air dari sumber yang masih mengalir.
Mengeringnya sumur warga menjadi sinyal kuat bahwa dampak kemarau tahun ini cukup signifikan.
Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dari pemerintah kabupaten maupun pusat.
Menurutnya, intervensi ini meredam kekhawatiran warga yang mulai kesulitan mendapatkan air layak konsumsi selama sebulan terakhir.
Baca juga: Awal Ramadan 2026, Sejumlah Wilayah di Dharmasraya Kekeringan, 64.000 Liter Air Dipasok Setiap Hari
Meskipun hujan sempat turun dalam intensitas kecil beberapa waktu lalu, David menyebut volumenya belum cukup untuk memulihkan debit air tanah.
Ia berharap langkah darurat ini dapat diteruskan hingga siklus cuaca kembali normal dan sumber air warga kembali terisi.
"Kami terus berdoa agar hujan segera turun dengan intensitas yang cukup. Namun, selama kondisi belum membaik, bantuan seperti ini adalah penyambung hidup bagi warga kami," ujar David.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Rahmatsyah Rangkuti, menyatakan bahwa aksi cepat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif yang dilakukan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.
Pemerintah daerah bergerak cepat menggandeng BPBPK Sumbar agar masyarakat tidak semakin terbebani di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Bantuan ini krusial untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama saat ini kita sedang berada di bulan Ramadan. Kebutuhan air untuk konsumsi dan ibadah tentu meningkat," ujar Rahmatsyah mewakili Kepala Dinas PUPR, Zakirman.
Dalam teknis operasionalnya, petugas mengerahkan dua unit truk tangki yang bekerja ekstra.
Baca juga: 3 Berita Populer Sumbar: Pedagang Setubuhi Anak, Tanah Datar Siapkan 10,9 Ha untuk Sekolah Rakyat
Masing-masing armada melakukan delapan kali perjalanan distribusi setiap harinya guna menjangkau seluruh kawasan yang membutuhkan.
Skema ini diharapkan mampu menutup celah kelangkaan air yang dialami ribuan jiwa di kawasan tersebut.
Pihak PUPR juga telah menyiapkan rencana kontingensi apabila kekeringan terus berlanjut.
Jika dalam beberapa hari ke depan hujan dengan intensitas memadai belum juga mengguyur Dharmasraya, pemerintah akan mengusulkan pembangunan infrastruktur air bersih yang lebih stabil namun bersifat portabel.
"Kami berencana mengusulkan kepada BPBPK Sumbar untuk membangun beberapa unit penampungan serta sistem penyaluran air portabel di sejumlah titik strategis. Hal ini bertujuan agar akses masyarakat terhadap air bersih menjadi lebih dekat dan mudah," tambah Rahmatsyah.(*)
krisis air bersih
kesulitan air bersih
Layanan Air Bersih
Penggunaan Air Bersih
bantuan air bersih
Ramadan 2026
Ramadan 1447H
Ramadan
Dharmasraya
Sumatera Barat
Pulau Punjung
| Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, Dharmasraya Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD |
|
|---|
| Semarak CFD Dharmasraya: Ada Bazaar UMKM, hingga Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Gelar Car Free Day dan Pasar Kuliner Akhir Pekan, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Dharmasraya Prioritaskan Perbaikan Jalan Provinsi dalam RKPD 2027 untuk Perkuat Akses Distribusi |
|
|---|
| Belanja Pegawai Tembus 58 Persen, Bupati Dharmasraya Siapkan 4 Strategi Genjot PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bantuan-air-bersih-di-dharmaraya-3-2222026.jpg)