Kota Padang
Padang Dilanda Cuaca Panas, BPBD Minta Warga Waspada Karhutla dan Tak Buka Kebun dengan Membakar
"Dilarang keras membakar lahan untuk membuka kebun atau membersihkan ladang," ujar Hendri Zulviton, Sabtu (6/6/2026).
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Kota Padang dilanda cuaca panas.
- BPBD Kota Padang mengeluarkan himbauan terkait bahaya kebakaran lahan.
- BPBD meminta warga tidak membakar lahan atau ladang.
- Dilarang membuang puntung rokok sembarangan.
- Kemudian dilarang membakar sampah dekar dari kawasan hutan atau lahan gambut.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Menyikapi masuknya musim kemarau, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah antisipasi dini ini dinilai sangat krusial mengingat cuaca panas dan angin kencang dapat dengan cepat memicu meluasnya kobaran api yang sulit dikendalikan.
Hendri Zulviton menegaskan bahwa masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, terutama membuka kebun atau membersihkan ladang dengan cara membakar lahan.
"Dilarang keras membakar lahan untuk membuka kebun atau membersihkan ladang," ujar Hendri Zulviton, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Cuaca Panas Melanda Sumatra, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbau Warga Waspada Karhutla hingga Dehidrasi
Selain itu, kebiasaan sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area vegetasi kering atau lahan gambut, harus benar-benar dihentikan.
Warga juga dilarang keras membakar sampah di dekat kawasan hutan, semak belukar, ataupun lahan gambut karena percikan api kecil bisa berakibat fatal di tengah kondisi cuaca panas saat ini.
Sebagai langkah pencegahan, pihak BPBD mewajibkan warga untuk mengambil tindakan nyata secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Masyarakat diminta segera melapor dengan cepat apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap mencurigakan melalui layanan darurat Padang Command Center 112.
Baca juga: HET Bakal Naik, Pedagang Pasar Raya Padang Tetap Jual MinyaKita Rp16.000 per Liter
"Lapor cepat kalau lihat titik api atau asap, kemudian segera hubungi Padang Comand Center 112," sebutnya.
Bagi warga yang memiliki atau mengelola lahan gambut, menjaga kelembapan lahan dengan memperhatikan tinggi muka air tanah sangat diwajibkan karena lahan yang dibiarkan mengering akan menjadi sangat rentan terbakar.
Aktivitas patroli mandiri, seperti memeriksa kondisi kebun atau lahan pada sore hari, juga sangat disarankan mengingat titik api yang masih kecil jauh lebih mudah untuk dipadamkan sebelum meluas.
Upaya pencegahan ini terus digelorakan karena dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla sangat merugikan, terutama munculnya kabut asap yang dapat memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan mata perih, di mana kelompok anak-anak serta lansia menjadi pihak yang paling rentan terdampak.
Jika nantinya wilayah sekitar mulai terpapar asap tebal, warga diminta untuk segera mengambil langkah penyelamatan dengan selalu mengenakan masker, menutup rapat pintu dan jendela rumah, serta membatasi atau mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan keluarga.
"Kalau ada asap tebal pakailah masker, tutup pintu dan jendela rumah. Kemudian kurangi aktivitas di luar ruangan," pungkasnya.(*)
| Satpol PP Gerebek Kos dan Hotel Melati di Padang, 13 Orang Terjaring Razia Trantibum |
|
|---|
| Padang Terapkan E-Audit Terintegrasi, Pengawasan Keuangan dan Pengadaan Dilakukan Secara Real Time |
|
|---|
| Proyek Rp 340 Miliar, Pemko Padang Dukung Rekonstruksi GOR H Agus Salim |
|
|---|
| Silaturahmi dengan KAN Bungus Padang, Fadly Amran Paparkan Proyek Stadion hingga Solusi Parkir Truk |
|
|---|
| Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga di Kuranji, Aktivitas Ronda Kembali Diaktifkan untuk Antisipasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kebakaran-Hutan-Lindung-di-Padang-2-2162025.jpg)