Merajut Asa Usai Empat Kali Dihantam Banjir Bandang Padang
Asa sang anak ucap Asnidar hanya satu, dapat menghadirkan rumah ternyaman bagi dirinya dan keluarga tercinta.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Empat kali banjir bandang terjang rumah Asnidar di Kuranji Padang
- Rumah rusak, perabot hanyut, keluarga sempat mengungsi
- Banjir datang tiba-tiba saat memasak, tembok jebol seketika
- Sempat bersih-bersih, banjir susulan datang lebih besar
- Tetap bertahan, Asnidar harap tanggul permanen segera dibangun
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sabak masih mengungkung Asnidar (54) saat mengenang rumah hasil kerja keras anaknya direnggut empat kali oleh banjir bandang akhir November 2025 hingga Januari 2026 lalu. Material bencana tak hanya tinggal di lantai rumahnya, namun juga membekas dalam ingatan perempuan enam anak itu.
Di kediamannya, Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (15/4/2026) ia tersengut-sengut atas nasib naas yang menimpa. Bersama raga semua anggota keluarga yang masih tersisa, asa itu kembali dirajut meski bekas luka belum pulih seutuhnya.
Rumah itu kembali ia tata dengan perlahan, tak mau meninggalkan dengan perbagai hal. Bagi Asnidar, jasa sang anak pantas diperjuangkan meski pemerintah menjanjikan hunian tetap (huntap) untuk penyintas banjir bandang.
“Dapat rumah ini susah, anak juga sekolah di sekitar ini, almarhum anak saya yang membangunnya dulu, itulah alasan bertahan,” kata Asnidar sembari duduk di kursi plastik warna merah yang mulai memudar itu.
Cuaca cerah Rabu sore itu bak gerimis mencucur ke bumi, Asnidar merintih sembari mengusap mata dengan kerudung hijau tua, mengingat kembali perjuangan almarhum sang anak dalam mengupayakan rumah itu berdiri hingga hari ini.
Baca juga: Semangat Kartini dan Identitas Minang dalam Balutan Motif Rumah Gadang di Solok Selatan
Proses pembangunannya tak mudah, satu persatu bahan perabotan kayu dicari almarhum anaknya Jeki di ladang tak jauh dari rumah. Asa sang anak ucap Asnidar hanya satu, dapat menghadirkan rumah ternyaman bagi dirinya dan keluarga tercinta.
Sang anak meninggal sejak 6 tahun lalu pada umur 23 tahun, atas suatu insiden yang enggan ia ceritakan kembali dan memilih untuk memedamnya. Hanya saja, perjuangan itu tak akan pernah ia lupakan, dengan memilih menetap di kondisi rawan bencana.
Empat Kali Dihantam Banjir Bandang
Ganasnya banjir bandang tak menggoyahkan iman Asnidar, empat kali diterjang bencana, namun sekuat tenaga mencoba bangkit dari keterpurukan. Sejak diterpa pertama kali pada 28 November lalu, bagian belakang rumahnya jebol oleh hantaman kayu dan batu besar.
Merasa bencana usai, Asnidar dengan anggota keluarga mencoba membangun tembok belakang yang jebol. Namun takdir berkata lain, banjir bandang kembali datang seolah semua penderitaan ibu enam anak itu belum berakhir.
“Meski pemerintah menjanjikan huntap, saya tetap tidak mau pindah, selain mendapatkan rumah susah, anggota keluarga banyak tentu tak mampu menampungnya,” terang Asnidar dengan lugas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: Padang dan Bukittinggi Berpotensi Hujan Ringan
14 November 2025, petaka kedua datang tanpa aba-aba. Usaha perbaikan rumah Asnidar seakan sirna, tembok belakang rumah kembali roboh, bercampur dengan pekatnya lumpur, batu dan kayu besar.
Meski begitu, kerusakan yang ditimbulkan masih dapat ia terima dan rumah itu kembali dibangun. Hanya saja, 2 Januari 2026 banjir bandang susulan tak lagi terbendung, tak hanya menjebol tembok, namun menghanyutkan seisi rumah.
Bencana mendadak datang Jumat pagi sekira pukul 09:00 WIB, saat Asnidar mengoreng ikan untuk sarapan keluarga. Kedatangan bencana itu terdengar seperti bunyi batu jatuh, dalam sekejap menghantam rumahnya.
“Usai mendengar bunyi itu, anak perempuan saya bernama Melati berteriak, karena tembok belakang rumah saya jebol, lalu saya berhenti memasak, air juga sudah masuk ke rumah, lalu pergi mengungsi,” kata perempuan berumur 54 tahun itu sembari mengingatnya.
Banjir 2 Januari Sempat Mereda
Di hari yang sama, Jumat (2/1/2026) pukul 11:00 WIB, banjir di Pasar Lalang sempat surut dan membuat hati Asnidar tenang. Anggota keluarga pun dikerahkan untuk membersihkan rumah yang sempat menyisakan material pasca bencana.
| Hulu Batang Kuranji Rusak, Revitalisasi Sungai Bukan Solusi |
|
|---|
| Hadiri APEKSI 2026, Wawako Padang Apresiasi Expo Banda Aceh Perkuat Kolaborasi Antarkota |
|
|---|
| Akar Masalah Kekeruhan Batang Kuranji Padang: Antara Kerusakan Lahan dan Ancaman Bencana Susulan |
|
|---|
| Jadwal Bioskop Padang Selasa 21 April 2026: Ada Suzzana dan Project Hail Mary |
|
|---|
| Lima Bulan Pasca Galodo Sungai Batang Kuranji Padang Masih Keruh, Deforestasi Sekitar Hulu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Penampakan-rumdd-lalu.jpg)