Merajut Asa Usai Empat Kali Dihantam Banjir Bandang Padang
Asa sang anak ucap Asnidar hanya satu, dapat menghadirkan rumah ternyaman bagi dirinya dan keluarga tercinta.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Empat kali bencana itu, mentalnya goyah, takut bencana susulan datang tanpa diduga. Namun, dengan keyakinan dan usaha sang buah hati Asnidar, ia memilih bertahan di rumah dengan penuh pengharapan.
Selain bertahan, Asnidar mulai membuka usaha kecil-kecilan di depan rumah. Berjualan kebutuhan bahan harian untuk warga sekitar, hingga menyediakan jajanan bagi anak-anak.
Baca juga: Ayah Korban Mutilasi di Pariaman Kecewa Sidang Tuntutan Kembali Ditunda, Tegas Minta Hukuman Mati
Usaha itu sebenarnya sudah ia jalankan jauh sebelum bencana melanda, hanya saja dagangannya habis tak tersisa. Dengan bantuan lauk pauk atau jaminan hidup (jadup) yang didapat dari pemerintah, sebagian digunakan untuk membangun rumah dan sisanya untuk modal usaha.
“Hanya ini yang dapat saya lakukan, tidak ada lagi pekerjaan, suami saya tidak dapat bekerja karena sakit, anak-anak masih sekolah, jadi bantuan saya gunakan untuk membangun ulang rumah, dan sebagian digunakan untuk buka usaha,” pungkasnya.
Di rumah hasil kerja keras almarhum sang anak, Asnidar bersama anggota keluarga akan terus melanjutkan hidup. Harapannya hanya satu, pemerintah segera membangun cek dam atau tanggul permanen, dengan begitu sisa hidupnya dapat dijalankan dengan tenang. (*)
| Hulu Batang Kuranji Rusak, Revitalisasi Sungai Bukan Solusi |
|
|---|
| Hadiri APEKSI 2026, Wawako Padang Apresiasi Expo Banda Aceh Perkuat Kolaborasi Antarkota |
|
|---|
| Akar Masalah Kekeruhan Batang Kuranji Padang: Antara Kerusakan Lahan dan Ancaman Bencana Susulan |
|
|---|
| Jadwal Bioskop Padang Selasa 21 April 2026: Ada Suzzana dan Project Hail Mary |
|
|---|
| Lima Bulan Pasca Galodo Sungai Batang Kuranji Padang Masih Keruh, Deforestasi Sekitar Hulu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Penampakan-rumdd-lalu.jpg)