Penemuan Jasad Bayi

Ibu Pembuang Bayi yang Dimakan Biawak di Pinggir Sungai Sijunjung Ditangkap Polisi

Polres Sijunjung menangkap FN (29), seorang ibu rumah tangga yang diduga membuang bayinya di tepi Sungai Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Polres Sijunjung
PELAKU BUANG BAYI - Perempuan berinisial FN (29) berhasil ditangkap pihak Kepolisian Resort (Polres) Sijunjung diduga pelaku dari pembuangan bayi yang ditemukan di Tepi Sungai Padang Sibusuk beberapa hari yang lalu. FN (29) merupakan seorang ibu rumah tangga warga Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Polres Sijunjung menangkap FN (29), seorang ibu rumah tangga yang diduga membuang bayinya di tepi Sungai Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Penangkapan dilakukan setelah proses penyelidikan yang melibatkan tenaga kesehatan dan pemerintah nagari.

Kasatreskrim Polres Sijunjung, AKP Andri mengatakan FN berhasil diamankan dan langsung digiring ke Mapolres Sijunjung pada Jumat (9/5/2025) sore.

Setelah penyelidikan mendalam yang melibatkan kepolisian, pemerintah nagari, dan tenaga kesehatan, terduga pelaku berhasil diidentifikasi.

Tim gabungan kemudian melakukan pendataan terhadap warga sekitar, khususnya yang tengah hamil atau baru melahirkan.

Baca juga: Jasad Bayi yang Dimakan Biawak di Pinggir Sungai Padang Sibusuk Sijunjung Akhirnya Dimakamkan

Pada Jumat (9/5/2025) FN mulai dicurigai karena menunjukkan tanda-tanda pasca melahirkan namun tidak dapat menunjukkan keberadaan bayinya.

Pemeriksaan medis lanjutan di praktik bidan, dokter kandungan, hingga RSUD Ahmad Syafi’i Maarif memperkuat dugaan tersebut.

“Setelah diinterogasi, FN akhirnya mengakui telah melahirkan seorang bayi pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di Sungai Batang Piruko—lokasi yang sama dengan penemuan mayat bayi sehari setelahnya,” terang AKP, Andri pada Minggu (11/5/2025).

Lanjut AKP Andri, Polisi turut menyita barang bukti berupa daster hijau yang dikenakan pelaku saat kejadian.

FN yang diketahui sudah memiliki satu anak ini dijerat dengan Pasal 305 jo Pasal 307 Ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

Baca juga: Detik-Detik Dewi Arianti Temukan Jasad Bayi Membusuk Dimakan Biawak di Sungai Sijunjung

Namun hingga kini, motif pasti pembuangan bayi tersebut belum dapat dipastikan.

“Pelaku masih mengalami trauma dan shok berat dan belum dapat memberikan keterangan mendalam. Kami akan sampaikan perkembangan selanjutnya setelah pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Jasad Bayi yang ditemukan di Tepi Sungai tepatnya di Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumbar sudah dimakamkan.

Hal itu disampaikan oleh Wali Nagari Padang Sibusuk, Aprizaldi saat dihubungi Kamis (8/5/2025).

Dikatakannya, jasad bayi tersebut dikuburkan pada Rabu (7/5/2025) di tempat pemakaman umum (TPU) Pandan, Nagari Padang Sibusuk.

Baca juga: 50 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Lahir di Bulan Syawal 2025, Cantik dan Bermakna

Penyelidikan kasus tersebut masih berlanjut hingga saat ini identitas atau asal usul bayi itu masih belum diketahui.

Sebelumnya, Dewi Arianti menemukan jasad bayi saat ia hendak mandi ke sungai bersama suami dan anaknya, Rabu (7/5/2025).

Lokasi penemuan berada di Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar.

Sungai itu terletak tak jauh dari rumahnya dengan akses jalan setapak saja yang sering digunakan untuk mandi dan mencuci baju.

Ketika anaknya sampai ke tepi sungai terlihat sesuatu yang banyak dihinggapi lalat kemudian anak Dewi memberitahu dia dan suami.

Baca juga: 30 Nama Bayi Laki-Laki Islami yang Lahir saat Idul Fitri 2025 Beserta Maknanya

“Tercium bau busuk lalu saya periksa bersama suami ternyata ada biawak yang sedang memakan jasad bayi,” katanya saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (7/5/2025).

Lanjut Dewi, ketika mendekat biawak itu lari meninggalkan jasad bayi yang telah terkoyak bagian perutnya.

Jasad bayi tersebut terletak ditepi sungai yang berjenis kelamin laki-laki.

“Karena saya kaget dan takut lalu melapor ke pihak nagari dan akhirnya telah diperiksa oleh pihak yang berwajib,” jelasnya.

Ia merasa sedih ketika ada seseorang yang tega membuang bayi yang terlahir bersih tanpa dosa.

“Sedih juga karna ada orang yang tega membuang bayinya hingga kondisi tragis sampai dimakan biawak,” terangnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved