Ketua LKAAM Sumbar Ingatkan Anak Kamanakan di Perantauan Jangan Terlibat Rusuh

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) Fauzi Bahar mengingatkan anak kamanakan

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
DEMO DAMAI: Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, saat berada di kantornya, Kamis (20/2/2025). Fauzi Bahar mengingatkan anak kamanakan di perantauan agar tidak ikut terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi hingga terjerumus pada aksi anarkis. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) Fauzi Bahar mengingatkan anak kamanakan di perantauan agar tidak ikut terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi hingga terjerumus pada aksi anarkis.

Pesan itu ia sampaikan menyikapi situasi sejumlah aksi massa di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, yang berujung pada perusakan dan penjarahan.

Fauzi Bahar menegaskan penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat yang dijamin negara.

Namun ia menekankan agar aspirasi tetap disampaikan dengan cara damai dan substantif, tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Situasi ini menurut ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, tidak sebaiknya dicontoh oleh anak kamanakan di Minangkabau.

Baca juga: Giliran PAN Nonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio sebagai Anggota DPR RI

“Penyampaian aspirasi menurut saya adalah hal yang wajar dan kami niniak mamak mendukung itu,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Ia menilai, penyampaian aspirasi di negara demokrasi juga dijamin oleh pemerintah, baik melalui aksi damai, demonstrasi, bahkan panggung rakyat atau sebagainya.

Malah jika penyampaian aspirasi sudah dilarang, ia menilai ada yang salah dalam negara demokrasi.

“Kalau tidak boleh menyampaikan aspirasi, kami niniak mamak pun akan berdiri paling depan untuk memastikan semua keluh kesah masyarakat sampai ke pemerintah,” ujarnya.

Kedati demikian, ia berharap penyampaian aspirasi harus tetap pada substansi-nya, tidak tersulut atau terprovokasi hingga melakukan perusakan bahkan penjarahan.

Bagi Fauzi Bahar, tindakan tersebut nantinya hanya akan merugikan masyarakat sendiri, mengingat sejumlah fasilitas yang rusak berasal dari uang rakyat dan akan diperbaiki melalui uang rakyat.

Baca juga: DPD dan DPC AGPAII Pasaman Barat Periode 2024–2029 Dikukuhkan, Zainal Dilantik Sebagai Ketua

Selain itu, gerakkan yang tidak subtantif menurutnya juga akan berujung pada adu fisik antara anak dan kemanakan itu sendiri.

“Kalau gerakkan berujung chaos, yang akan bergesakkan itu antara kita dan kita saja. Polisi itu orang sini, terkadang mereka saudara atau mamak kamanakan kita juga,” tuturnya. 

Ia berharap gerakkan yang fokus pada tujuan awal pasti akan berjalan sesuai koridor, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Melihat situasi yang terjadi saat ini, Fauzi Bahar berharap kejadian 1998 tidak terulang lagi, menurutnya pemerintah harus segera hadir menanggapi tuntutan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved