Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Jembatan Darurat di Bukik Batabuah Agam Segera Diperbaik

Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengungkapkan bahwa kecelakaan sering terjadi di sekitar jembatan darurat yang berada di Simpang Bukik, Nagari Buk

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
JEMBATAN BUKIK BATABUAH - Kondisi jembatan darurat di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam yang masih digunakan sebagai akses lalu lintas masyarakat pasca banjir bandang tahun 2024 silam. Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus sebut Gubernur Sumbar pernah janji perbaiki jembatan paling lambat Februari 2025 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengungkapkan bahwa kecelakaan sering terjadi di sekitar jembatan darurat yang berada di Simpang Bukik, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Jembatan darurat tersebut digunakan setelah jembatan sebelumnya hancur karena diterjang banjir lahar dingin gunung marapi pada pertengahan tahun 2024 lalu.

Menurut Firdaus, kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang rusak serta bergelombang dan banyak pasir yang berserakan.

"Setiap hari masyarakat selalu bertanya kepada kami pemerintah nagari terkait perkembangan perbaikan jembatan ini," katanya saat diwawancarai, Jumat (18/4/2025).

"Karena bisa dikatakan setiap harinya ada pengendara yang terjatuh karena kondisi di sekitar jembatan yang rusak. Seperti jalan berlubang, bergelombang dan banyak pasir berserakan, namun hingga saat ini belum ada perbaikan," sambungnya.

Baca juga: Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Darurat di Bukik Batabuah Agam Dari Swadaya Masyarakat

Untuk membantu pengendara, tampak sejumlah masyarakat berdiri di tepi jembatan untuk mengatur lalu lintas.

Kemudian tampak juga sejumlah masyarakat lainnya yang secara bergantian mengambil air di aliran sungai yang ada dibawah jembatan untuk menyiram pasir agar tidak kering sehingga tidak menjadi licin dan berdebu.

Selain itu, kata Firdaus, jembatan darurat yang digunakan paska diterjang banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diperbaiki dan dipelihara secara swadaya oleh masyarakat.

Menurut Firdaus, jembatan bailey tersebut sudah pernah rusak, terutama pada bagian lantai kayunya. Kemudian diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

"Kemarin juga sudah pernah kita lakukan perbaikan pada lantai kayunya, tapi karena tingginya mobilitas saat momen lebaran, jadi ada kayunya yang hancur lagi," sambungnya.

Baca juga: Rencana Perbaikan Jembatan Molor, Masyarakat Bukik Batabuah Agam akan Kembali Surati Gubernur Sumbar

Firdaus juga mengatakan untuk biaya pemeliharaan selama jembatan bailey digunakan banyak dikeluarkan dari swadaya masyarakat.

"Sebenarnya jika anggaran pemeliharaan itu dilimpahkan kepada Pemkab Agam, karena sifatnya dari TNI hanya meminjamkan," ujarnya.

"Tapi ada masyarakat kita yang membantu untuk mengatur lalu lintas, kemudian ada pengendara yang memberikan sumbangan, dari uang sumbangan itulah kita melakukan perbaikan dan pemeliharaan jembatan," sambungnya.

Jika dilihat kondisinya saat ini, lanjut Firdaus, perlu adanya perbaikan kembali yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam.

"Jika kita lihat sekarang kayunya sudah banyak yang pecah-pecah, berlubang dan tak layak dipakai, jadi perlu segera diperbaiki," ujarnya.

Baca juga: Janji Pembangunan Jembatan di Bukik Batabuah Agam Molor, Masyarakat Menuntut Pemerintahan Nagari

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved