Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi
Warga Sekitar Gunung Marapi Sumbar Diminta Waspada karena Prediksi BMKG Besok Terjadi Cuaca Ekstrem
Warga di sekitar Gunung Marapi Sumbar dihimbau untuk waspada karena Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi kelas II
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
Adik bungsu Uli, Izul, mendampinginya di tengah kesedihan. Ia memeluk kakaknya yang tampak lemas dan tak berdaya.
Bersama-sama, mereka menyusuri ke bagian belakang rumah, ke dekat lokasi keponakan mereka yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka ingin memastikan keberadaan adiknya yang belum kunjung ditemukan.
Dengan tangan gemetar, Uli mengais-ngais lumpur, mencoba mencari jasad adiknya.
"Kakak saya dari Medan, baru saja sampai. Padahal kemaren beliau juga dari sini, karena ibu meninggal hari Kamis lalu," kata Izul kepada Tribunpekanbaru.com.
Masyarakat di sekitar lokasi bencana tampak sibuk membersihkan ruas jalan yang sebelumnya penuh dengan lumpur, batu, kayu, dan pohon-pohon tumbang.
Sejumlah alat berat juga telah tiba di lokasi untuk membantu proses pencarian korban hilang dan pembersihan area bencana.
Warga Sungai Puar Kumpulkan Sisa Puing-Puing Rumah
Sudah tiga hari sejak banjir bandang menghancurkan rumah Jhoni Wismar di Galuang, Kecamatan Sungai Puar, Agam, Sumbar pada Selasa (14/5/2024), Jhoni bersama saudaranya masih sibuk mengumpulkan puing-puing yang tersisa.
Pagi itu, Jhoni dan saudaranya memisahkan trali besi dari kusen jendela berwarna krem yang berlumuran lumpur.
Mereka menggunakan palu, linggis, dan kapak untuk membuka trali dan membawanya ke rumah saudaranya.
Kusen dan trali jendela ini hanyut hampir 50 meter dari rumah Jhoni yang kini hanya tersisa pondasi batu.
"Jendelanya ketemu di sini, jadi saya kumpulkan saja. Soalnya rumah sudah tidak ada lagi," ujar Jhoni.
Baca juga: Daftar Nama-Nama Korban Banjir Bandang Sumbar yang Belum Ditemukan, Basarnas Terus Lakukan Pencarian
Sehari sebelumnya, Jhoni juga menemukan sejumlah meja berjarak 5 kilometer dari rumahnya.
Sedangkan peralatan elektronik seperti kulkas, TV, mesin cuci, dan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Puing-puing rumah semi permanen berukuran 8 x 12 meter itu telah hilang tak berbekas, hanyut terbawa air bah yang setinggi lima meter lebih, bersama batang beringin dan sampah.
| Pemkab Agam Usulkan Ratusan Bantuan Rumah bagi Korban Banjir Lahar Dingin, Pembangunan Bertahap |
|
|---|
| BPBD Agam: Bantuan Rehab Rumah untuk Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar dalam Proses |
|
|---|
| 5 Bulan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Berlalu, Bantuan dari Presiden Tak Kunjung Cair |
|
|---|
| Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Ombudsman: Korban Tagih Janji-Janji Pemerintah |
|
|---|
| Mulai Bisa Dilalui 21 Juli, Perbaikan Jalan Padang-Bukittinggi Lembah Anai Baru 40 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kondisi-Kapolo-Koto-Sungai-Puar-pasca-banjir-bandang.jpg)