Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Kakak Terisak Mencari Adik Hilang di Reruntuhan Rumah Akibat Banjir Bandang Lahar Dingin Agam Sumbar

Uli, seorang perempuan asal kampung Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kondi

Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Alat berat dan petugas gabungan sedang membersihkan material banjir di sekitaran rumah guru Diniyyah Limo Jurai yang tersapu banjir dan meninggal sekeluarga. 

Kusen dan trali jendela ini hanyut hampir 50 meter dari rumah Jhoni yang kini hanya tersisa pondasi batu.

"Jendelanya ketemu di sini, jadi saya kumpulkan saja. Soalnya rumah sudah tidak ada lagi," ujar Jhoni.

Baca juga: Daftar Nama-Nama Korban Banjir Bandang Sumbar yang Belum Ditemukan, Basarnas Terus Lakukan Pencarian

Sehari sebelumnya, Jhoni juga menemukan sejumlah meja berjarak 5 kilometer dari rumahnya.

Sedangkan peralatan elektronik seperti kulkas, TV, mesin cuci, dan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Puing-puing rumah semi permanen berukuran 8 x 12 meter itu telah hilang tak berbekas, hanyut terbawa air bah yang setinggi lima meter lebih, bersama batang beringin dan sampah.

"Airnya sudah seperti tsunami Aceh saja, sangat tinggi dan menakutkan," ungkap Jhoni.

Beruntung, Jhoni dan keluarganya tidak berada di rumah saat kejadian. Mereka menginap di rumah saudara karena akhir pekan.

Jhoni Wismar bersama saudaranya sedang memisahkan trali besi dari Kunsen jendela, yang merupakan puing dari rumahnya setelah habis dihantam banjir di Galuang, Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024).
Jhoni Wismar bersama saudaranya sedang memisahkan trali besi dari Kunsen jendela, yang merupakan puing dari rumahnya setelah habis dihantam banjir di Galuang, Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Namun, begitu mendengar kabar banjir di pagi hari, Jhoni langsung bergegas ke lokasi dan mendapati rumahnya hanya menyisakan pondasi.

"Kerugiannya entah berapa banyaknya, tidak bisa saya perkirakan lagi," ujar Jhoni dengan tatapan nanar.

Jhoni masih belum tahu harus bagaimana dengan situasi ini. Ia hanya bisa tinggal di rumah saudara sementara waktu.

"Pengungsian tidak ada. Warga yang rumahnya habis hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing," terangnya.

Setelah berjam-jam memisahkan trali dan jendela, Jhoni kembali ke rumah saudaranya tanpa melihat kembali kondisi rumahnya.

Satu Korban Banjir Bandang di Sungai Puar Belum Ditemukan

Tim SAR belum menemukan satu korban banjir bandang yang menerjang wilayah Galuang, Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024).

Dandru Basarnas Galuang, Riko Pradinata, menerangkan masih ada satu korban lagi yang masih dicari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved