Penemuan ODCB di Padang Pariaman

Mahasiswa Tamsis Temukan Ukiran Mirip Kaligrafi Allah di Batuan ODCB Lubuk Alung Padang Pariaman

Mahasiswa Prodi geografi, Fakultas Sains, Pendidikan dan Teknologi, Universitas Taman Siswa menemukan tulisan Allah terukir di atas penemuan batuan ..

|
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
Istimewa
penampakan ukiran mirip kaligrafi Allah yang ditemukan mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) di bebatuan ODCB Lubuk Alung, Padang Pariaman saat kuliah lapangan, Jumat (20/10/2023). 

Penemuan itu katanya bermula dari temuan pemuda daerah tersebut, Rabu (4/10/2023) dan melaporkannya pada pihak nagari serta pemerintah.

Melalui laporan itu, pihak Pemkab Padang Pariaman bersama otoritas terkait datang ke lokasi melihat langsung.

"Dari temuan yang ada menurut para ahli yang hadir dapat diduga bahwa di bukit Paladangan ini ada warisan budaya yang berasal dari masa prasejarah," terang Anwar, Selasa (10/10/2023).

Dalam peninjauan tersebut hadir Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (ABPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Dodi Chandra.

Selain itu juga ada Ketua Forum TACB Sumbar Prof. Herwandi, Kabid Kebudayaan Disdikbud, Syamdani dan Adriyan Mayendra Gulo selaku anggota TACB Sumbar.

Anwar menyebutkan, yang sangat menarik dari penemuan ini ada pilar-pilar dan balok-balok batu yang ditemui, mengingatkan pada situs Pra Sejarah Gunung Padang (Jawa Barat). 

Sejumlah bebatuan diduga lesung dan batu berukir di kawasan bukit Kampuang Gadang, Surantiah, Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (12/10/2023).
Sejumlah bebatuan diduga lesung dan batu berukir di kawasan bukit Kampuang Gadang, Surantiah, Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (12/10/2023). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Baca juga: Pemkab Padang Pariaman Gandeng Ahli Pastikan Status Cagar Budaya Bebatuan di Lubuk Alung

Situs ini menurutnya memiliki nilai sejarah yang sangat berharga, sehingga penting untuk dijaga dan dilestarikan.

Terkait temuan ini, ia juga sudah mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua TACB Sumbar kalau temuan ini merupakan ODCB yang harus segera dilakukan pelindungannya sesuai UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Columnar joint yang Berusia 40-60 Juta Tahun

Ahli geologi Ade Edward mengatakan temuan batu di Lubuk Alung merupakan kelakar kolom (Columnar joint) yang alami buatan alam. Umurnya diperkirakan 40 juta - 60 juta tahun.

Usia ini kata Ade setelah pernah dilakukannya pengukuran seluruh bebatuan di Indonesia dengan metode geologi melalui isotop radio aktif dan fosil.

"Jadi dengan metode itu kita sudah bisa mengetahui kisaran umur batuan tersebut," jelasnya diwawancarai di lokasi, Kamis (12/10/2023).

Bebatuan di lokasi tersebut menurutnya di usia antara tersier dan kuarter (40 juta - 60 juta). Usia ini sama dengan, usia batuan di nyarai (42 juta tahun) dekat lokasi tersebut.

Adapun soal kelakar kolom itu ade menyampaikan setelah ia melakukan tinjauan fisik di lokasi, jenis batuan yang ada tersebut merupakan jenis andesit basaltik, sesuai dengan warnanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved