Penemuan ODCB di Padang Pariaman

Mahasiswa Tamsis Temukan Ukiran Mirip Kaligrafi Allah di Batuan ODCB Lubuk Alung Padang Pariaman

Mahasiswa Prodi geografi, Fakultas Sains, Pendidikan dan Teknologi, Universitas Taman Siswa menemukan tulisan Allah terukir di atas penemuan batuan ..

|
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
Istimewa
penampakan ukiran mirip kaligrafi Allah yang ditemukan mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) di bebatuan ODCB Lubuk Alung, Padang Pariaman saat kuliah lapangan, Jumat (20/10/2023). 

Kata dia, batuan tersebut terbentuk akibat pembekuan magma dibawah permukaan tanah yang menyelusup melalui retakan akibat patahan, sehingga terjadi pembekuan.

"Proses pembekuan itu berlangsung dari cari sampai padat. Selama proses pembekuan terjadi penyusutan yang menciptakan fenomena kelakar kolom (Columnar joint)," terangnya, Kamis (12/10/2023).

Sifat pembekuan ini akan tegak lurus pada aliran magma keluar, bisa jadi ke atas, miring dan kesamping.

Di lokasi penemuan tersebut, alirannya miring, lurus ke atas dan juga bisa ditemukan horizontal seperti tangga.

Kelakar kolom bisa terbentuk di lokasi itu, mengingat lokasinya di bukit barisan yang merupakan daerah tektonik aktif.

Fenomena Kelakar kolom ini terbilang sangat langka, karena pembentukannya jauh di bawah permukaan tanah dan usianya berkisar 40 juta sampai 60 juta tahun.

Penampakan bebatuan yang diduga termasuk benda cagar budaya di bukit Kampuang gadang, Surantiah, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (12/10/2023).
Penampakan bebatuan yang diduga termasuk benda cagar budaya di bukit Kampuang gadang, Surantiah, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (12/10/2023). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Baca juga: Temuan Bebatuan di Padang Pariaman Mirip Lesung dan Kapak, Ahli Geologi Sebut Murni Buatan Alam

"Penemuan di sini lebih langka lagi karena posisinya di ketinggian, sehingga kemunginan bentuk kelakar kolomnya akan lebih sempurna dibanding daerah lain," jelasnya.

Sebagai inisiator geolark ranah Minang, Ade sudah empat tahun mencari fenomena kelakar kolom ini untuk mengeksplorasi geopark ranah Minang.

Pihaknya pernah menemukan kelakar kolom di lembah Anai, hanya saja tidak sempurna. Serta juga pernah ada di Pesisir Selatan, tapi tidak terlindungi, habis jadi material tambang.

"Di Sumatera ini penemuan kedua, sebelumnya di Geo Park Marangin Jambi, tapi posisinya di bawah," jelasnya.

Ia berharap temuan ini bisa segara dilindungi, supaya bisa menjadi  kawasan cagar alam geologi, sebagai sebuah Geo heritage nasional.

"Pemda bisa mengajukan temuan ini pada badan geologi kementerian ESDM sesuai undang undang perlindungan alam," katanya.

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved