Kota Bukittinggi

Kondisi Mabuk dan Menunggu 'Pelanggan', Wanita Asal Solok Diamankan Pol PP di Kedai Tuak Bukittinggi

Seorang wanita panggilan ditangkap Satpol PP Bukittinggi saat berada di kedai tuak. Penangkapan itu dpada Selasa (24/1/2023) sekira pukul ...

Istimewa
Seorang wanita yang diduga wanita panggilan diamankan Satpol PP Bukittinggi ke Mako Satpol PP Bukittinggi saat berada di kedai tuak, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Seorang wanita panggilan ditangkap Satpol PP Bukittinggi saat berada di kedai tuak, kawasan 

Penangkapan itu terjadi pada Selasa (24/1/2023) sekira pukul 23.00 WIB kemarin.

Kasat Pol PP Bukittinggi, Efriadi mengatakan, wanita yang ditangkap itu berinisial N (47) diduga sedang menunggu pelanggannya untuk berbuat maksiat.

Efriadi menuturkan, saat N ditangkap, dirinya berada sendirian di kedai tuak. Kondisinya itu dalam keadaan mabuk minuman tuak.

"N ini berasal dari Kota Solok, kami menduga bahwa dia adalah wanita panggilan, dan ditangkapnya juga dalam keadaan mabuk tuak," kata Efriadi, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Tak Punya Surat Nikah, 5 Pasangan Ilegal Ditangkap Pol PP di Bukittinggi saat Asyik di Hotel

Efriadi menyampaikan, N itu telah sering ditangkap oleh personel Pol PP Bukittinggi. Kasusnya hampir sama, yaitu sebagai wanita panggilan.

"Dari keterangan anggota, N ini sudah sering diamankan, tapi kami lepaskan lagi. Ternyata tak jera dia," ungkap Efriadi.

Untuk itu, kata Efriadi, N saat ini bakal dilakukan pembinaan di Panti Rehabilitasi Sukarami Bukittinggi.

"Karena sudah sering ditangkap dan tak jera, N ini bakal kita antar ke panti rehab, untuk dibina supaya berubah," terang Efriadi.

Sebelum N tertangkap, ternyata Pol PP Bukittinggi juga mengamankan lima pasangan ilegal di sebuah penginapan di Bukittinggi.

Baca juga: Satpol PP Padang Copot 35 Reklame Nunggak Pajak Tak Berizin hingga Dipasang di Pohon

Lima pasangan itu, kata Efriadi, ditangkap pada Selasa (24/1/2023) sekira pukul 22.15 malam.

"Tadi malam sudah kami tangkap, lima pasangan tidak resmi (tanpa surat nikah) di sebuah penginapan, saat ini mereka sedang diproses," kata Efriadi saat dihubungi TribunPadang.com, rabu (25/1/2033).

Efriadi menyampaikan, lima pasangan ilegal itu dikonfirmasi melanggar Perda No 3 Tahun 2015 Kota Bukittinggi.

"Mereka ini telah melanggar Perda yang ada di Bukittinggi, terutama terkait ketenteraman dan ketertiban. Karena ini kami tangkap dan proses," terang Efriadi.

Lebih lanjut, kata Efriadi, lima pasangan ilegal itu bakal diproses dan dilakukan pembinaan oleh PPNS di Mako Pol PP Bukittinggi.

Baca juga: Diduga Hendak Tawuran, 4 Pelajar Bawa Samurai Diamankan Satpol PP Padang

Efriadi menyampaikan, masyarakat atau pengunjung yang datang ke Kota Bukittinggi, harus mematuhi peraturan yang berlaku di kota wisata itu.

Lalu, kata Efriadi, jangan melakukan perbuatan yang melanggar hukum serta melanggar norma masyarakat.

"Mari sama-sama kita jaga ketertiban dan kenyamanan saat berwisata di Bukittinggi," pungkas Efriadi. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved