Pekerja AQUA Solok yang di-PHK Sempat Diminta Bekerja Kembali, Status Kontrak Dimulai dari Awal

Dinamika perselisihan antara 101 pekerja AQUA Solok masih terus berlanjut. Pasca di-PHK secara sepihak pada 19 September 2022 lalu, nasib mereka masi

Penulis: Nandito Putra | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Nandito Putra
Pihak manajemen AQUA Solok bersedia merekrut kembali pekerja yang di-PHK, tapi statusnya mesti dimulai dari awal sebagai karyawan kontrak 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Dinamika perselisihan antara 101 pekerja AQUA Solok masih terus berlanjut.

Pasca di-PHK secara sepihak pada 19 September 2022 lalu, nasib mereka masih belum jelas.

Ketua Serikat Pekerja Aqua Grup (SPAG) Solok Fuad Zaki menyebut, sebelumnya ada tawaran dari pihak manajemen kepada pekerja yang di-PHK untuk kembali bekerja.

Namun, tawaran tersebut dinilai tidak memenuhi hak para pekerja dan diskriminatif.

Zaki mengatakan, pihak manajemen bersedia merekrut kembali pekerja, tapi statusnya mesti dimulai dari awal sebagai karyawan kontrak.

"Kami ditawarkan kembali buat kembali, tapi dimulai dari nol. Untuk posisi dan karir, manajemen yang menentukan," katanya saat bertemu Bupati Solok Epyardi Asda, Sabtu (3/12/2022).

Zaki mengatakan, mereka hanya meminta bekerja kembali seperti semula, bukan sebagai karyawan baru dengan status kontrak.

Baca juga: Pasca Pertemuan di Kemnaker, Serikat Pekerja Optimis Kembali Bekerja di Pabrik AQUA Solok

Baca juga: POPULER SUMBAR Korban Hilang di Pasaman Ditemukan, Harapan Korban PHK Pabrik Aqua

Ia mengatakan, pekerja mau menerima tawaran tersebut asalkan pihak manajemen juga memberikan hak pekerja, berupa pesangon dan sisa upah lembur yang dituntut saat aksi mogok.

"Kalau kami terima saja tawaran tersebut, maka kedudukan kami secara hukum dalam perselisihan kerja tidak ada lagi," katanya.

Saat ini Zaki mengatakan, para pekerja berharap agar perusahaan mau menerima mereka untuk melakukan bipartit dan musyawarah.

Sebab, secara prosedural, penjatuhan PHK harus melalui musyawarah terlebih dahulu dan juga mediasi oleh Disnaker.

"Sesuai UU Ketenagakerjaan, mekanisme PHK harus melalui musyawarah dan serangkaian proses lainnya," ujarnya.

Namun sampai saat ini, Zaki mengatakan pihak manajemen belum memfasilitasi pekerja untuk bertemu dan melakukan musyawarah.

"Bagaimana mau bertemu pihak manajemen dan bermusyawarah karena kami tidak diperbolehkan masuk ke dalam pabrik," katanya.

Saat dikonfirmasi, pihak manajemen melalui Kepala Humas dan CSR Aqua Solok, Azrai, belum merespon permintaan wawancara.

Baca juga: Pekerja AQUA Solok yang di-PHK Kembali Temui Bupati Epyardi Asda

Baca juga: Bipartit dengan Manajemen Belum Terwujud, 101 Pekerja AQUA Solok yang di-PHK Masih Tanpa Kejelasan

(TribunPadang.com/Nandito Putra)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved