Breaking News:

KUA PPAS APBD Sumbar 2022 Telah Disepakati, Belanja Daerah Rp 6,8 Triliun

Pemprov Sumbar dan DPRD telah menyepakati KUA PPAS APBD 2022. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan KUA PPAS yang telah disepakati akan jadi dasar renc

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan nota KUA-PPAS untuk rancangan APBD perubahan 2021 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Sumbar, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemprov Sumbar dan DPRD telah menyepakati KUA PPAS APBD 2022.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan KUA PPAS yang telah disepakati akan jadi dasar rencana anggaran APBD 2022.

Dalam dokumen perencanaan tersebut masih dialokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 sesuai aturan perundang-undangan.

Serta untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah yang disinergikan dengan pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Soal Surat Gubernur Minta Sumbangan, Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Sempat Ingatkan Mahyeldi

Baca juga: Wako Padang Ngaku Hubungannya dengan Mahyeldi Baik-baik Saja, Cuma Pertanyakan Pelantikan Amasrul

Baca juga: Reaksi Hendri Septa Setelah Amasrul Dilantik Mahyeldi jadi Kepala DPMD Sumbar: Aneh bin Ajaib!

"Secara garis besar melihat tantangan terhadap pemulihan ekonomi pasca Covid-19 maka dapat dirumuskan beberapa arah kebijakan pembangunan ekonomi yaitu percepatan vaksinasi agar pandemi segera bisa diakhiri sehingga perekonomian kembali bergerak serta serta transformasi struktural ekonomi daerah," kata Mahyeldi.

Menurutnya, untuk transformasi struktural ekonomi daerah itu Sumbar akan bertumpu pada sektor pariwisata, UMKM dan memperkuat sektor pertanian yang terbukti bertahan terhadap guncangan perekonomian.

Dengan demikian maka prioritas pembangunan Sumbar akan dititik beratkan pada tujuh kebijakan di antaranya, Peningkatan SDM yang sehat berpengetahuan terampil dan berdaya saing, meningkatkan tata kehidupan masyarakat berdasarkan ABS SBK, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian perkebunan dan perikanan.

Baca juga: Mahyeldi Lantik Amasrul Jadi Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar

Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Lantik 9 Pejabat Malam-malam, Tidak Ada yang Nonjob

Baca juga: Gubernur Mahyeldi dan Istri Doakan Kesembuhan Nasrul Abit, Minta RSUP M Djamil Beri Layanan Terbaik

Kemudian meningkatkan usaha perdagangan industri kecil dan UMKM serta ekonomi berbasis digital, meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan, meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan serta menciptakan tata pengelolaan pemerintahan yang bersih akuntabel serta berkualitas.

"Jadi memang kaitannya dengan kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Bahkan kita alokasikan 10 persen untuk irigasi, benih, pupuk dan lainnya." 

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved