Soal Surat Gubernur Minta Sumbangan, Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Sempat Ingatkan Mahyeldi

Evi Yandri Rajo Budiman mengaku sudah mengetahui surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mahyeldi yang berisi permintaan sumbangan.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat diwawancara wartawan, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman mengaku sudah mengetahui surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mahyeldi yang berisi permintaan sumbangan untuk penerbitan buku.

Ia mengetahui hal tersebut karena adanya proposal dalam rangka menerbitkan membuat buku profil Sumbar yang dilakukan oleh pihak ketiga.

"Waktu itu 28 Juni saya menerima pengaduan dari masyarakat disertai proposal dan surat Gubernur itu, bahwa adanya pihak yang mengaku sebagai pegawai pemerintahan provinsi yang mendatangi pelaku usaha," kata Evi, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Polisi Periksa 9 Saksi soal Surat Minta Uang Bertanda Tangan Gubernur Sumbar, Termasuk Sekda

Pihak tersebut, kata Evi, menyampaikan ada rencana membuat buku profil Sumbar.

Kemudian pelaku usaha tersebut ditawarkan iklan, ada seperempat halaman, satu halaman yang terdiri atas halaman depan halaman belakang yang nilainya bervariasi mulai Rp15 juta, Rp20 juta, Rp25 juta, hingga Rp35 juta.

"Kalau tidak salah saya ada Rp50 juta. Bagi pelaku usaha yang tidak berminat diminta juga kontribusinya, waktu ditanyakan sekitar Rp5 juta. Akhirnya negosiasi 2 juta boleh juga. Saya dapat informasi dari proposal itu," tutur Evi.

Evi mengaku sebagai anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumbar, ia menindaklanjuti hal tersebut dengan mengonfirmasi langsung ke Biro Umum Pemprov Sumbar.

Baca juga: Kasus Surat Minta Uang Bertanda Tangan Gubernur Mahyeldi, Polisi: Betul dari Bappeda Sumbar

"Dia menyatakan tidak ada mengeluarkan surat tersebut. Karena ini menyangkut profil Sumbar, saya hubungi Kepala Dinas Pariwisata Pak Novrial, pariwisata juga tidak mengeluarkan surat tersebut," terang Evi.

Kemudian Evi kembali mencoba mengamati surat tersebut, ternyata ada Bappeda.

Ia berupaya menghubungi Kepala Bappeda saat itu Hansastri via chat whatsapp dan bukti itu masih ada hingga sekarang.

"Saya tanyakan tentang kebenaran surat itu dan dijawab bahwa surat itu benar, tapi Bappeda tidak tahu penerbitnya dan personil Bappeda tidak ikut-ikutan tentang pembuatan buku tersebut," ungkap Evi.

Baca juga: Wagub Sumbar Sebut Surat Minta Uang Bertanda Tangan Mahyeldi Asli, Audy: Masih Berproses

Evi saat itu sudah mengingatkan Kepala Bappeda Hansastri bahwa yang dilakukan tidak baik.

Menurutnya, tidak baik pemerintah meminta-minta ke masyarakat.

"Ini kontrolnya bagaimana, uang yang didapat kontrolnya seperti apa. Kan tidak bagus dan ini bisa berindikasi penyalahgunaan kewenangan, memperkaya pihak lain. Sampai di situ percakapan kita hari itu.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved