Penemuan Mayat di Padang
Mahasiswa PNP Tewas di Kos: Keluarga Datangi RS Bhayangkara, Suasana Haru Menyayat Hati
Pantauan TribunPadang.com, keluarga korban tiba sekitar pukul 16.40 WIB. Terlihat ayah, kakak, serta kakak ipar korban hadir di rumah sakit.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Arif Ramanda Kurnia
Ringkasan Berita:
- Keluarga mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial FDA yang ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri di kamar kosnya, mendatangi RS Bhayangkara Padang, Sabtu (11/4/2026).
- Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Beberapa kerabat terlihat berupaya menenangkan ayah dan kakak korban. Sementara itu, teman-teman korban turut menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
- Sosok FDA sendiri dikenal sebagai pribadi pendiam oleh teman-temannya.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Keluarga mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial FDA yang ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri di kamar kosnya, mendatangi RS Bhayangkara Padang, Sabtu (11/4/2026).
Pantauan TribunPadang.com, keluarga korban tiba sekitar pukul 16.40 WIB. Terlihat ayah, kakak, serta kakak ipar korban hadir di rumah sakit. Selain itu, sejumlah kerabat dan teman korban juga tampak datang untuk memberikan dukungan.
Keluarga Tiba di RS Bhayangkara
Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Beberapa kerabat terlihat berupaya menenangkan ayah dan kakak korban. Sementara itu, teman-teman korban turut menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Hingga pukul 18.15 WIB, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Padang.
Baca juga: Baca Pesan WA Ku, Wasiat Pilu Mahasiswa PNP di Buku Sampul Pink Sebelum Tewas di Kos
Sosok Pendiam dan Pekerja Keras
Sosok FDA sendiri dikenal sebagai pribadi pendiam oleh teman-temannya. Hal itu disampaikan oleh Bima Adistia (21), teman sekaligus tetangga korban di kampung halaman.
Bima menyebut, korban berasal dari Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
“Setahu saya dia orangnya pendiam,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Padang.
Menurut Bima, dalam kesehariannya di kampung, korban dikenal sederhana dan kerap membantu orang tuanya berjualan.
“Kalau di kampung, dia bantu orang tuanya berjualan di grosir. Kebetulan orang tuanya punya usaha grosir,” katanya.
Hilang Kontak Selama Empat Hari
Ia mengaku terkejut saat mengetahui kabar duka tersebut. Informasi itu pertama kali ia dapatkan dari media sosial.
“Kami tahu dari media sosial, dari foto dan video yang beredar. Dari situ kami langsung tahu itu dia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bima mengatakan keluarga korban sempat kehilangan kontak dengan korban beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Sosok Mahasiswa PNP yang Tewas di Padang Dikenal Pendiam, Sempat Hilang Kontak 4 Hari
“Dari keluarga, sudah sekitar empat hari tidak ada kabar,” katanya.
Saat ini, pihak keluarga berada di Padang untuk mengurus administrasi sebelum jenazah dibawa pulang ke kampung halaman di Solok Selatan.
Sebelumnya, Pemilik kost, Mesi menyebut mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pintu kamar mandi kamarnya, sempat meninggalkan buku wasiat.
| Mengenali Faktor Pemicu Seseorang Memilih Mengakhiri Hidup dan Cara Mencegahnya |
|
|---|
| Dosen Ungkap Kematian Mahasiswa PNP di Padang Tak Terkait Wisuda, Sebut FDA Sedang Tugas Akhir |
|
|---|
| Dijemput Keluarga di RS Bhayangkara Padang, Polisi Serahkan Jenazah Mahasiswa PNP Ditemukan di Kost |
|
|---|
| Polisi Serahkan Jenazah Mahasiswa PNP Tewas di Kamar Kost, Keluarga Terima Kematian dengan Ikhlas |
|
|---|
| Mahasiswa PNP Tewas di Kamar Kost Padang, Dosen Sebut Korban FDA Sedang Proses Garap Tugas Akhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/keluarga-tiba-411.jpg)