Gadis di Pariaman Sakit Setelah Divaksin, Kepala RS Sadikin Belum Bisa Memastikan Penyebabnya

Belum bisa memastikan sakit yang diderita Adinda (17) warga Desa Bato adalah kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) 2 jam setelah suntik vaksin.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/WahyuBahar
Adinda (17), seorang warga Desa Bato, Kota Pariaman, mengalami sakit di bagian dada setelah 2 jam menerima suntik vaksin, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Kepala Rumah Sakit Sadikin Pariaman, dr Arlina Azra menyampaikan bahwa, pihaknya belum bisa memastikan sakit yang diderita Adinda (17) warga Desa Bato adalah kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) 2 jam setelah suntik vaksin.

Sebelumnya, diketahui bahwa Adinda mengalami sakit, 2 jam setelah disuntik vaksin di Pustu Talago Sarik Desa Talago Sariak, Kecamatan Timur pada hari Sabtu (21/8/2021).

Sakit yang dideritanya ialah nyeri dan bengkaknya payudara sebelah kanannya.

Baca juga: Pertimbangan Penditribusian Vaksin, Nadia: Jumlah Penduduk, Kasus Positif hingga Mutasi Virus

"Kita belum bisa memastikan apakah sebelumnya anak ini (Adinda) punya primer di dalam payudaranya, kita tidak tahu, dan bisa jadi dia sendiri juga tidak tahu," ujar dr Arlina.

Ia mengatakan, bahwa juga sudah menanyai rekan nakesnya di Kota Padang, mengenai apakah pernah ada kasus post vaksinasi seperti ini.

"Sejauh ini dia belum mengonfirmasi adanya kasus serupa, bisa jadi ini kasus pertama, tentunya harus dipelajari lebih lanjut," kata dr Arlina.

Ia melanjutkan, satu-satunya teori yang mungkin ada hubungannya dengan kasus ini ialah terkait respon tubuh terhadap benda asing yang masuk.

Baca juga: Serbuan Lanjutan Vaksinasi di Pesisir Selatan, BIN Sasar Santri, Pelajar dan Masyarakat

"Yang kita suntikkan itu kan benda asing oleh tubuh, apapun benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh, pasti tubuh meresponnya, justru tubuh yang merespon tersebut menandakan kita sehat," ucap dia.

Lebih lanjut dikatakannya, terhadap orang yang imunnya kurang, atau daya tahan tubuh yang lemah, tubuhnya tidak akan merespon.

"Contohnya kalau kita sehat, ada virus atau bakteri kita akan bersin atau batuk, tandanya kita punya daya tahan tubuh, itu adalah suatu bentuk respon awal tubuh," kata dia.

"Kembali lagi, saya belum memastikan itu KIPI ya, tidak bisa kita menjawab kasus ini pasti karena vaksin, harus ada penelitian lebih lanjut, karena vaksin virus ini baru, dan bentuk kejadian yang dialami Adinda tidak lumrah," ucapnya.

Kemudian kata dia, menurut teori KIPI yang sering terjadi itu ialah pingsan, pusing, yang sifatnya sistemik.

Baca juga: Evaluasi Wajib Vaksin bagi Wisatawan Padang, Arfian: Pengunjung Destinasi Wisata Jadi Berkurang

"Kalau kasus ini sifatnya bukan sistemik, lokal di situ, sedangkan paling banyak kejadian lokal itu di sekitar lengan tempat disuntikkannya vaksin, efeknya misalnya bengkak atau memerah, bukan di payudara," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved