Breaking News:

PPKM Mikro di Kota Pariaman, Genius Umar Larang Warga Baralek, Kecuali yang Sudah Sebar Undangan

Wali Kota Pariaman Genius Umar melarang aktivitas baralek atau pesta pernikahan di daerahnya, berkaitan dengan diterapkannya PPKM Mikro.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat diwawancarai di Pantai Gandoriah, Senin (5/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Wali Kota Pariaman Genius Umar melarang aktivitas baralek atau pesta pernikahan di daerahnya.

Hal itu berkaitan dengan diterapkannya PPKM Mikro di Kota Pariaman.

Wali Kota Genius Umar, mengatakan, penerapan PPKM Mikro yang dilaksanakan mulai tanggal 18 Juli 2021 hingga tanggal 25 Juli 2021 ini juga menyasar aktivitas sosial, seni, dan budaya di masyarakat, termasuk kegiatan pesta perkawinan.

Baca juga: PPKM Mikro di Kota Pariaman, Salat Idul Adha Berjamaah Diijinkan dengan Prokes Ketat

"Larangan kegiatan pesta perkawinan dikecualikan terhadap masyarakat yang telah menjadwalkan pesta, dan telah menyebar undangan sebelum PPKM Mikro diterapkan di Kota Pariaman," ujar Genius, Senin (19/7/2021) siang.

Selanjutnya, bagi mereka yang diizinkan menggelar pesta tersebut akan diawasi dengan melakukan pembatasan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kita minta tenda pestanya supaya terbuka, agar sirkulasi udara di lokasi tersebut menjadi lancar," kata dia.

Kemudian, aturan mengenai pesta perkawinan tersebut tertuang dalam poin 8 H Instruksi Wali Kota Pariaman No. 01/ HKM/ 2021, yang isinya mengenai peniadaan Kegiatan seni, sosial, dan budaya selama diberlakukannya PPKM Mikro.

Baca juga: Hari Pertama PPKM Darurat di Kota Pariaman, Kawasan Pantai Gandoriah Sepi Pengunjung

Sebelumnya, diketahui bahwa Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama Forkopimda, Ketua DPRD Pariaman, kepala-kepala OPD terkait telah membuat keputusan tentang penerapan PPKM Mikro di daerahnya.

"Hasil keputusannya adalah penerapan PPKM Mikro di Kota Pariaman yang intinya untuk membatasi kegiatan masyarakat, karna melihat kasus lonjakan Covid-19 yang terjadi, dan cukup membahayakan masyarakat sehingga kita buat rem mendadak," ujar Genius Umar. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved