Breaking News:

Sekolah Tatap Muka di Kota Pariaman Dimulai 12 Juli 2021, Digelar Sesuai Anjuran Kementerian

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Pariaman, Yurnal mengatakan pelaksanakan

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Kabid Dikdas Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (14/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Pariaman, Yurnal mengatakan pelaksanakan sekolah tatap muka nantinya akan dimulai pada hari Senin (12/7/2021).

Yurnal mengatakan pelaksanaan proses belajar mengajar nantinya akan digelar sesuai dengan anjuran Kementerian Pendidikan untuk melaksanakannya secara terbatas.

"Tentu saja dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," tambah dia.

Baca juga: Sebanyak 9 SMP dan 71 SD Negeri Tersedia untuk Peserta Didik Baru di Kota Pariaman

Baca juga: Penurunan PAD Kota Pariaman 10 Persen, Ketua DPRD Fitri Nora: Bisa Dimaklumi Karena Masa Pandemi

Baca juga: Wako Genius Umar Sampaikan LKPD Pelaksanaan APBD Kota Pariaman 2020, Realisasi PAD Turun 10 Persen

Yurnal menguraikan batasan pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut.

Kata dia, kuota murid yang berada di dalam ruangan kelas hanya 50 persen.

"Akan dilakukan shift belajar perminggu atau pertiga hari, sesuai kebutuhan sekolah masing-masing," tutur dia.

Baca juga: Selain SPP, Mahasiswa Program Saga Saja Kota Pariaman juga Dapat Uang Saku Rp 3 Juta per Semester

Baca juga: Wako Pariaman Genius Umar Serahkan Beasiswa Program Saga Saja, Mahasiswa Dapat Uang Saku & SPP

Baca juga: UPDATE Zonasi Covid-19 Sumbar - Padang Pariaman Zona Merah, 16 Daerah Oranye dan 2 Kuning

Kemudian, waktu pembelajaran akan dikurangi biasanya satu mata pelajaran di SMP lamanya 35 menit akan menjadi 25 atau 20 menit.

Untuk SD dari biasanya berdurasi 25 menit akan dikurangi menjadi 15 menit.

"Kita juga batasi aktivitas yang dilakukan diluar ruangan kelas, dan timbulkan kerumunan," imbuh dia.

Ia contohkan seperti mata pelajaran olahraga, serta terhadap kegiatan ekstrakulikuler. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved