Breaking News:

Mengais Rezeki di Antara Kuburan, Begini Kisah Muharidin Si Perawat Makam di Padang

Kisah seorang lelaki yang menghidupi keluarga dengan menjadi perawat makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Perawat makam saat beraktivitas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/1/2011). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kisah seorang lelaki yang menghidupi keluarga dengan menjadi perawat makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Lelaki tanpa pernah menyerah tersebut bernama Muharidin (47), panggilan Saik, di Jalan Elang Raya Nomor 6, Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Ditemui oleh TribunPadang.com di TPU Tunggul Hitam, lelaki tersebut sedang duduk di bawah pohon rindang dekat kuburan.

Baca juga: Kisah Nelayan Mentawai Bertahan di Punggung Perahu Setelah Dihantam Badai, Dulu Pernah Mati Mesin

Karena terik matahari, sehingga dirinya memilih duduk di bawah pohon sambil menyeruput segelas teh yang dipesan dari pedagang dekat kawasan TPU.

Setiap hari dirinya melihat jenazah lalu lalang untuk dikuburkan dengan layak di tempat peristirahatan terakhir.

Muharidin mengaku, satu-satunya penghasilan yang ia berikan untuk anak dan istrinya di rumah adalah dari bayaran merawat makam.

"Saya hanya sampai pendidikan SMP dan pernah mengalami sakit sehingga tidak bisa bekerja berat," kata Muharidin, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Kisah Nakes Padang yang Divaksinasi, Dewi Ngaku Sudah Lega

Setiap hari, setelah bangun pagi ia berangkat menuju TPU Tunggul Hitam untuk merawat makam yang telah dipercayakan kepadanya.

Setelah kebanyakan orang pulang, dan sekitar pukul 18.00 WIB barulah ia berangkat menuju rumah untuk bertemu keluarga di rumah.

"Saya merawat makam yang telah membuat kesepatakan dengan ahli waris, dan dibayar untuk merawatnya selama satu bulan," katanya.

Selama sebulan merawat makam, Muharidin akan mendatangi rumah ahli waris untuk meminta upah dari hasil jerih payahnya.

Baca juga: Raffi Telah Minta Maaf, Polisi tidak Menemukan Pelanggaran Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan

"Kadang dalam merawat makam itu dibayar Rp 50 ribu dan ada yang Rp 100 ribu dalam waktu satu bulan," ujarnya.

Dikatakannya, selama satu bulan dirinya bisa dapat uang lebih kurang Rp 1 juta makam-makam yang dirawatnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved