PSBB Sumbar

Kadishub Sumbar Minta Petugas Jeli, Bus Tanpa Stiker Khusus, Maka Tak Layak Jalan

Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dibolehkan untuk membawa penumpang asalkan sesuai syaratnya yakni bukan pemudik.

TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Novriadi saat ditemui, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dibolehkan untuk membawa penumpang asalkan sesuai syaratnya yakni bukan pemudik.

Penumpang yang dibolehkan tersebut  misalnya ASN, TNI, Polri, dan petugas Covid-19, harus ada surat tugas.

Masyarakat yang sakit harus ada surat keterangan yang diperoleh dari dokter di rumah sakit (RS), puskesmas, atau klinik yang ada di daerah.

Bus AKAP Kembali Beroperasi, Gubernur Irwan Prayitno: Kalau Pulang Mudik, Tetap tidak Boleh

Ratusan Mualaf Kota Padang Terima Bantuan Paket Lebaran dari ACT Sumatera Barat

Lalu, masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan, harus ada surat keterangannya.

Selain itu, juga memiliki surat bebas covid-19, kemudian jadwal (schedule) perjalanannya harus jelas.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumbar, Heri Novriadi menyebut, Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No SE.9/AJ.201/DRJD/2020 tertera angkutan penumpang boleh dia bawa barang selama tiga bulan.

Syaratnya, memasang stiker khusus dengan QR Code pada setiap bus AKAP yang beroperasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal ini dilakukan untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan penyelenggaraan transportasi darat.

Terkait perizinannya diurus ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di pusat.

Halaman
123
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved