Pilkada Sumbar 2020
Pilkada Sumbar 2020, Delapan Tokoh Kembalikan Formulir Pendaftaran ke Partai Golkar
Pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Barat (Sumbar) menerima pendaftaran delapan orang bakal calon kepala daerah yang akan maju pada pemilihan kepala d
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Barat menerima formulir pendaftaran delapan bakal calon kepala daerah yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumbar.
Ketua tim pendaftaran dan penjaringan Partai Golkar Mirwan Pulungan menuturkan, ada delapan orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.
• Pilkada Serentak di Sumbar: Pesisir Selatan, Padang Pariaman dan Agam Masih Kekurangan Dana
• Disinggung Aldi Taher Maju Pilkada Pakai Modal, Faldo Maldini Ungkap Alasan Kenapa Mengeluarkan Uang
Dari delapan nama itu antara lain Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kader dari Gerindra, dan Anggota DPR RI Mulyadi kader dari Demokrat.
Lalu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni kader PAN, Mantan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe, Bupati Agam Indra Catri, Pengusaha Asril Das, dan Kader Gerindra Edriana.
• Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution Mendaftarkan Diri Menjadi Calon Walikota Medan Pilkada 2020
• Pilkada 2020, Minimal Jumlah Dukungan Calon Independen di Pesisir Selatan Sebesar 8,5 Persen
"Ada satu yang belum mengembalikan formulir yakni Suherman dari PKB," kata Mirwan Pulungan.
Partai Golkar membuka pendaftaran selama 1 bulan penuh sejak 1 Desember hingga 31 desember 2019.
Dari nama-nama tersebut akan digodok menjadi tiga besar dalam rapat pleno.
Nama-nama yang masuk tiga besar akan diteruskan ke pusat.
• Syarat Minimal Dukungan Calon Perseorangan Pilkada Dharmasraya, 10 Persen dari DPT
• Ikut Pilkada Tanah Datar 2020, Berikut Syarat Dukungan Calon Perseorangan yang Harus Dipenuhi
"Yang menentukan siapa yang akan diusung Golkar itu ialah DPP," tambah Mirwan Pulungan.
Nama-nama yang sudah mengembalikan formulir, lanjutnya, mendaftar sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Sementara, untuk koalisi dia mengatakan, nanti pada gilirannya semua partai akan berkoalisi.
"Untuk koalisi, Golkar belum menentukan. Koalisi ditentukan oleh pasangannya. Ada kesepakatan dengan pasangan, sementara pasangan belum jelas.
• 7 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat Masih Kekurangan Anggaran Gelar Pilkada 2020
• TRIBUNWIKI: Dana Hibah untuk Pengawasan Pilkada 2020 di Provinsi Sumatera Barat, Berikut Rinciannya
Kemudian juga dilihat dari bakal calon terpilih, dia akan mencari koalisinya sendiri," sambung Mirwan Pulungan.
Mirwan Pulungan menambahkan, semua yang mendaftar memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi.
Tinggal bagaimana hasil akhir dari tahapan yang sudah ditetapkan partai.
"Kita semua mendaftar, baik internal maupun eksternal. Semua kader dan non kader sama saja karena Golkar partai terbuka," jelas Mirwan Pulungan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kantor-dpd-golkar-sumbar.jpg)