OTT Pungli di Padang

Diberhentikan Sementara, Pegawai Bapenda Padang yang Terjaring OTT Pungli Tetap Terima Gaji

Seorang ASN Bapenda Padang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) oleh polisi di Padang, terancam dipecat.

Diberhentikan Sementara, Pegawai Bapenda Padang yang Terjaring OTT Pungli Tetap Terima Gaji
TribunPadang.com/reziazwar
Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan saat jumpa pers OTT Pungli oknum ASN Bapenda di Mapolresta Padang, Sabtu (19/20/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang ASN Bapenda Padang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) oleh polisi di Padang, terancam dipecat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (BKPSDM) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan, saat ini oknum ASN tersebut telah diberhentikan sementara.

"Selama proses hukum, ASN tersebut  kita berhentikan sementara," ujar Habibul Fuadi, Selasa (22/10/2019).

Dikatakan juga, ASN yang bersangkutan baru bisa diberhentikan atau dipecat jika sudah ada keputusan pengadilan yang inkrah.

Pegawainya Terjaring OTT Pungli, Wali Kota Padang Mahyeldi: Kita Menghormati Proses Hukum

Lebih lanjut, ASN tersebut tetap mendapat gajinya selama proses hukum berlangsung.

"Gajinya tetap 50 persen, sampai ada kejelasan dari pengadilan, baru kita tetapkan," tambahnya.

Diketahui, seorang ASN Pemko Padang terjaring OTT pungli oleh Polresta Padang Jumat (18/10/2019).

Sejumlah barang bukti diamankan dalam OTT pungli tersebut.

Uang tunai sebanyak Rp 33.590.000, dua berkas dokumen permohonan BPHTB hingga satu unit mobil Fortuner dijadikan barang bukti.

DPRD Padang Inginkan Sanksi Tegas Terkait Oknum ASN Kena OTT Pungli

Halaman
123
Penulis: Rima Kurniati
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved