Berita Populer Padang

3 Berita Populer Padang Hari Ini: Sitinjau Macet Total, Pengusaha Tahu Terjepit, Kapal Nelayan Karam

Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam berita populer Padang, Sabtu (6/6/2026).

Tayang:
Dokumentasi/WAG Sitinjau Lauik
KEMACETAN- Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan tersendat usai truk rusak di Tunggua, Jumat (5/6/2026). 

"Sudah sejak sore tadi, sekitar setengah enam sore, sampai sekarang masih sama situasinya," ujar Surya.

Kata dia, kondisi saat ini masih ada truk lain yang melintang di jalan, posisinya sesudah Panorama 2.

Posisi tepatnya di tikungan kelok S, bahkan ditambah truk parkir di bekas longsor besar di Tunggua.

"Ada juga truk lain yang melintang di Kelok S dan di Tunggua yang parkir, menjadi pemicu kemacetan selain truk rusak," pungkasnya.

2. Harga Kedelai Melonjak, Pengusaha Tahu Sumedang di Padang Pilih Untung Tipis demi Jaga Pelanggan

Di tengah lonjakan harga kedelai akibat melemahnya nilai tukar rupiah, Suyitno, seorang pengusaha tahu Sumedang di Kuranji, Kota Padang, memilih bertahan dengan harga dan ukuran normal. Meski harus merogoh kocek lebih dalam dan menerima keuntungan yang menipis, langkah ini sengaja diambil demi menjaga kepercayaan para pelanggan setianya.

Diketahui bahwa dalam satu hari, Suyitno bisa memproduksi 44 petak tahu untuk diedarkan langsung ke konsumen yang ada di wilayah Kota Padang.

Produksi tahu Suyitno berlokasi di Jalan Raya Kalumbuk, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menyebut harga kedelai sudah melonjak sebelum puasa Ramadan 2026.

Kurang lebih jarak antara produksi tahu ini dengan Universitas Azkia hanya 600 meter. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih tiga menit.

Kata dia, 44 petak ini masing-masing ukurannya 73x73 sentimeter. Satu petak besar ini bisa menghasilkan 170 petak kecil dengan ukuran 5 x 5 sentimeter.

"Sehari bisa memproduksi 7.480 petak kecil, nantinya akan diedarkan ke konsumen, baik yang datang ke lokasi maupun diantar ke pelanggan tetap," kata dia memberikan keterangan, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Semen Padang FC Pilih Stadion Patriot Jadi Homebase Liga 2, Manajemen Siapkan Mes di Ciputat

Ia menyebut, meski harga bahan baku kedelai melonjak naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah, ukuran tahu tak dikurangi.

Alasan Suyitno hanya satu, menjaga kepercayaan pelanggan, meski hanya mendapatkan untung tipis.

"Ukurannya masih stabil dengan sebelumnya, karena kalau dikurangi pelanggan takut hilang, biarlah untungnya tipis," jelasnya.

Akan tetapi, apabila kondisi seperti ini terus berlanjut atau nilai tukar rupiah semakin melemah, ia terpaksa menaikan harganya.

Kata Suyitno, apabila harga per petak tahu nantinya dinaikan, akan menyesuaikan harga bahan baku di pasaran.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved