BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Pria Tewas Tergantung, Gunung Marapi Erupsi dan Inflasi Mei 3,91 Persen

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 19.56 WIB.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Polres Payakumbuh
PENEMUAN MAYAT- Jenazah pria yang ditemukan tergantung di atas pohon di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dinaikkan ke atas mobil ambulans usai dievakuasi pada Selasa (2/6/2026). 

"Belum disemayamkan, kemungkinan besok pagi, karena masih menunggu tujuh orang keluarganya dari rantau," sebutnya.

Baca juga: Lewat Pelatihan Teknisi AC di Padang, Harapan Baru Mantan Napiter untuk Reintegrasi Sosial

Sebelumnnya diberitakan, warga Suayan Randah, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas tergantung di sebuah pohon, Selasa (2/6/2026).

Penemuan ini beredar di media sosial Instagram @payakumbuhkini dan sudah diposting selama tiga jam lalu, saat dikutip TribunPadang.com pukul 17.58 WIB.

Video tersebut menampilkan warga secara beramai-ramai mengevakuasi jasad pria tersebut menggunakan tandu sederhana dari sebilah kayu.

Jasad pria itu digotong menggunakan kain sarung berwarna kuning, dan warga terlihat mengevakuasi ke dalam ambulans.

Sementara warga lainnya tampan ramai menyaksikan proses evakuasi jasad pria tersebut.

Baca juga: Lewat Pelatihan Teknisi AC di Padang, Harapan Baru Mantan Napiter untuk Reintegrasi Sosial

Selain itu, pihak kepolisian juga datang di lokasi. Sedangkan beberapa warga lainnya juga merekam proses evakuasi.

Camat Akabiluru, Yalbaku Javino membenarkan terkait penemuan jasad pria yang tergantung pada sebuah pohon di Suayan Randah tersebut.

"Benar, kita dapat informasinya memang ada penemuan mayat pria tergantung di Suayan Randah," kata Javino saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, mayat itu ditemukan oleh warga dan sudah dievakuasi. Akan tetapi, untuk informasi lebih lengkapnya ia mengaku belum mengetahuinya.

"Saya baru dapat informasi penemuannya memang hari ini, tidak tahu pukul berapa," ujarnya.

Baca juga: Gerebek Lokasi Tambang Emas Ilegal di Supayang, Polres Solok Bakar Pondok Milik Pelaku

Sedangkan untuk kronologi kejadian, Javino juga belum mendapatkan informasi pastinya.

Hanya saja, pria yang ditemukan tewas tergantung di pohon itu merupakan warga sekitar, namun kartu tanda penduduk (KTP) korban masih terdata di Jakarta.

"Korban warga setempat, tapi KTP miliknya masih terdata di Jakarta. Dia baru pulang dari rantau, tetapi berapa lama di rumah saya tidak tahu pasti," tambahnya.(*)

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Apabila Anda atau seseorang terdekat memiliki dorongan untuk melakukan bunuh diri, segera hubungi profesional kesehatan mental atau pihak berwenang.

2. Breaking News: Marapi Sumbar Erupsi Lagi di Awal Juni 2026, Puncak Gunung Ditutupi Kabut

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 19.56 WIB.

Meski terekam di seismogram dengan durasi sekitar 2 menit 40 detik, ketinggian kolom abu erupsi kali ini tidak dapat teramati karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut tepatnya terjadi sekitar pukul 19.56 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada pukul 19.56 WIB," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Ahmad Rifandi menjelaskan, untuk ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini tidak teramati lantaran tertutup kabut.

Namun kata dia, erupsi Gunung Marapi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.1 mm.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.1 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 40 detik," tutupnya.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).

Gunung Marapi 6 Kali Meletus Selama Mei 2026

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat 6 letusan Gunung Marapi sepanjang Mei 2026.

Sementara sepanjang 2026 terjadi 47 kali letusan Gunung Marapi yang pernah tercatat, mengutip magma.esdm.go.id.

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dan masih erupsi serta mengeluarkan hembusan.

"Total 6 kali erupsi selama bulan Mei 2026 ini," kata Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi saat memberikan keterangan, Sabtu (30/5/2036).

Baca juga: Abu Erupsi Gunung Marapi Sabtu Pagi Mengarah ke Tanah Datar

Dari 6 kali letusan selama Mei 2026, lanjut Ahmad Rifandi, erupsi dengan kolom abu tertinggi terpantau terjadi Sabtu (30/5/2026) pagi tadi. 

Ketinggian kolom abu dari erupsi ini tercatat 2.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.891 di atas permukaan laut.

Kolom abu dari erupsi ini juga teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang condong ke arah Timur Laut atau Tanah Datar.

"Ini erupsi tertinggi di bulan Mei 2026. Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini ±1 menit 25 detik," katanya.

Gunung Marapi terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. 

Memiliki ketinggian 2.891 mdpl, gunung ini dapat dilihat jelas dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.

Saat cuaca cerah, Gunung Marapi bahkan akan terlihat jelas bila sedang berada di Pasar Atas, Kota Bukittinggi.

Selasa 5 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Selasa, 05 Mei 2026, pukul 16:34 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23.2 mm dan durasi 33 detik.

Rabu 6 Mei 2023

  • Erupsi Rabu, 06 Mei 2026, terjadi pukul 03:43 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19.9 mm dan durasi 79 detik.

Selasa 12 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Selasa, 12 Mei 2026, pukul 16:37 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15.4 mm dan durasi 38 detik.

Rabu 13 Mei 2026

  • Erupsi Gunung Marapi Rabu, 13 Mei 2026, terjadi pukul 12:53 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 30 detik.

Sabtu 16 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 10:19 WIB.
  • Tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 3391 m di atas permukaan laut). 
  • Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.8 mm dan durasi 32 detik

Sabtu 30 Mei 2026

  • Erupsi Gunung Marapi Sabtu, 30 Mei 2026 terjadi pukul 08:42 WIB.
  • Tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 4891 m di atas permukaan laut). 
  • Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

3. Harga Cabai Merah dan Emas Melejit, Inflasi Sumatra Barat Tembus 3,91 Persen di Mei 2026

Tekanan inflasi di Provinsi Sumatra Barat kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada pertengahan kuartal kedua tahun ini. 

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat pada Selasa (2/6/2026), wilayah ini mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,90 persen sepanjang Mei 2026. 

Lonjakan tersebut mengonfirmasi adanya dinamika fluktuasi harga yang cukup tinggi di tingkat konsumen, terutama dipicu oleh kelompok pangan bergejolak serta komoditas logam mulia.

Kondisi pergerakan indeks harga ini dipaparkan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sumatra Barat, Nurul Hasanudin, dalam acara Press Release Berita Resmi Statistik yang berlangsung di Kantor BPS Sumbar, Kota Padang.

Pemaparan data yang disiarkan secara langsung melalui kanal digital tersebut memperlihatkan potret makroekonomi terkini terkait tingkat kesejahteraan riil masyarakat, indeks harga, pariwisata, hingga dinamika ekspor-impor di wilayah Sumatra Barat.

Baca juga: Ketua DPRD Sumbar Jagokan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026, Singgung Efek Cristiano Ronaldo

Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) atau akumulasi perubahan harga sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 telah mencapai angka 0,47 persen. 

Namun, yang menjadi perhatian serius adalah laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Mei 2026 terhadap Mei 2025 yang menembus angka 3,91 persen.

Angka tahunan ini berada di batas atas target sasaran inflasi nasional, yang menandakan beban pengeluaran rumah tangga di ranah Minang mengalami eskalasi yang cukup tebal dalam setahun terakhir.

Jika dibedah berdasarkan pengeluaran sektoral secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memegang andil paling dominan terhadap pembentukan inflasi di Sumatra Barat. 

Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,73 persen dengan menyumbang andil inflasi (share) sebesar 0,58 persen.

Baca juga: BPS Sumbar Catat Inflasi Tahunan Sumatera Barat Tembus 3,91 Persen per Mei 2026

Di samping itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga ikut mengerek indeks dengan inflasi sebesar 1,57 persen dan andil sebesar 0,17 persen terhadap total inflasi.

“Secara lebih rinci, komoditas utama yang menjadi motor penggerak utama laju inflasi bulanan di Sumatra Barat pada Mei 2026 adalah cabai merah. Berdasarkan pantauan statistik penyeimbangan harga di pasar, cabai merah mengalami lonjakan harga sebesar 26,03 persen secara bulanan dan memberikan andil inflasi tersendiri sebesar 0,40 persen,”jelasnya.

Selain cabai merah, komoditas bumbu-bumbuan lain seperti bawang merah juga naik 6,93 persen dengan andil 0,06 persen, disusul oleh nasi dengan lauk (naik 1,86 persen; andil 0,05 persen), minyak goreng (naik 2,49 persen; andil 0,04 persen), serta tarif angkutan udara yang merangkak naik sebesar 5,37 persen dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

Sebaliknya, tekanan inflasi bulanan di Sumatra Barat sedikit tertahan oleh adanya deflasi pada sejumlah komoditas pangan pokok lainnya. Daging ayam ras, misalnya, mencatatkan penurunan harga sebesar 8,86 persen dengan andil deflasi sebesar 0,13 persen.

“Komoditas lain yang ikut mengalami penurunan harga secara bulanan antara lain jengkol yang turun signifikan sebesar 12,27 persen, telur ayam ras minus 3,10 persen, kentang minus 5,95 persen, serta komoditas emas perhiasan yang mengalami koreksi teknis bulanan sebesar 2,65 persen,”kata Nurul.

Baca juga: Polres Agam Tangkap Bandar Sabu di Lubuk Basung, Polisi Sita Lima Paket Siap Edar

Kendati emas perhiasan mengalami deflasi tipis dalam basis bulanan (m-to-m), komoditas logam mulia ini justru menjadi pemicu utama meroketnya angka inflasi Sumatra Barat dalam basis tahunan (y-on-y). 

Data BPS menunjukkan bahwa dalam rentang waktu satu tahun terakhir, harga emas perhiasan di Sumatra Barat telah melonjak drastis sebesar 37,81 persen dan memberikan andil inflasi tahunan terbesar, yaitu mencapai 0,51 persen. 

Tingginya ketidakpastian ekonomi global ditengarai membuat nilai komoditas pelindung nilai (safe haven) ini terus merangkak naik tajam di tingkat lokal.

Selain emas perhiasan, komoditas pangan strategis yang mencatatkan andil inflasi tahunan (y-on-y) yang signifikan adalah beras, dengan kenaikan sebesar 5,75 persen dan andil terhadap inflasi sebesar 0,28 persen.

Diikuti kemudian oleh cabai merah yang dalam basis tahunan masih menyisakan kenaikan 12,99 persen (andil 0,23 persen), sigaret kretek mesin atau SKM meningkat 5,17 persen (andil 0,14 persen), serta minyak goreng yang secara tahunan naik 9,46 persen dengan andil 0,04 persen.

Baca juga: Jenazah Terseret 19 Km, Tim SAR Temukan Guru Hanyut di Sungai Batang Sangir Solok Selatan

Analisis spasial per wilayah di dalam Provinsi Sumatra Barat menunjukkan adanya ketimpangan serapan pasokan dan dinamika pembentukan harga antar-kabupaten dan kota. 

Berdasarkan indikator bulanan (m-to-m), Kabupaten Pasaman Barat tercatat mengalami lonjakan inflasi bulanan tertinggi di Sumatra Barat, yakni mencapai 1,03 persen. Sebaliknya, tingkat inflasi bulanan terendah berada di Kota Bukittinggi yang mampu meredam gejolak harga sehingga hanya berada di angka 0,44 persen.

Sementara itu, jika ditinjau dari laju akumulasi inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d), Kabupaten Dharmasraya menempati posisi teratas dengan angka inflasi mencapai 1,95 persen.

Menariknya, dalam indikator tahun kalender ini, Kabupaten Pasaman Barat justru menjadi satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang berhasil mencatatkan deflasi secara kumulatif sejak awal tahun, yakni sebesar 1,03 persen.

Penurunan kumulatif ini memperlihatkan adanya normalisasi harga yang cukup struktural di daerah sentra produksi pangan tersebut setelah melewati fase panen.

Baca juga: Pemkab Dharmasraya Gelar Tiga Event Besar Akhir Pekan Ini, Catat Jadwal Lengkapnya

Namun, peta tekanan ekonomi kembali bergeser apabila indikator yang digunakan adalah inflasi tahunan (y-on-y). 

Kabupaten Dharmasraya kembali memperlihatkan kerentanan ekonomi wilayah yang cukup tinggi dengan mencatatkan inflasi tahunan tertinggi di Sumatra Barat, yaitu menyentuh angka 5,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertengger di level 114,84.

Posisi inflasi tahunan yang relatif lebih terkendali di tingkat provinsi dipegang oleh Kota Padang, yang mencatatkan laju inflasi tahunan terendah sebesar 3,52 persen.

Kondisi tingginya inflasi tahunan di Kabupaten Dharmasraya ini memerlukan perhatian ekstra dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). 

Pola distribusi logistik yang panjang serta ketergantungan pasokan komoditas pangan dari luar daerah dituding menjadi faktor utama yang membuat stabilitas harga di wilayah timur Sumatra Barat tersebut cenderung bergejolak dibanding wilayah pesisir seperti Kota Padang.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Tolak Isu Tiga Nagari Gabung Dharmasraya, Sekda Ingatkan Ikuti Aturan

Secara makro, potret ringkas dari struktur inflasi Sumatra Barat per Mei 2026 menegaskan bahwa kelompok pengeluaran inti terutama makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil tahunan secara agregat sebesar 2,06 persen dari total inflasi 3,91 persen yang terjadi. 

Struktur ini memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat Sumatra Barat saat ini sangat sensitif terhadap perubahan harga di sektor meja makan. Ketika komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang mengalami gagal panen atau gangguan distribusi, dampaknya langsung memukul konsumsi domestik.

Menyikapi perkembangan data statistik ini, pemerintah daerah bersama TPID Sumatra Barat dihadapkan pada tantangan nyata untuk memperkuat rantai pasokan pangan intra-wilayah. (*)


 

 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved