Penemuan Mayat di Lima Puluh Kota
Update Pria Tergantung di Limapuluh Kota, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan, Diduga Mengakhiri Hidup
"Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Tia, ditemukan bahwa tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," sebutnya.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Seorang pria ditemukan tewas tergantung di Limapuluh Kota.
- Pria tersebut ditemukan tergantung di sebuah pohon kawasan Kecamatan Akabiluru.
- Camat Akabiluru, Yalbaku Javino membenarkan terkait penemuan jasad pria tersebut.
- Jasad korban ditemukan oleh warga bernama Sapar saat hendak ke ladang.
- Polisi sebut tidak ada tanda-tanda kekerasan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polisi memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad pria berinisial AP (33), pria asal Jakarta Utara yang ditemukan tewas tergantung di dahan pohon durian di kawasan Suayan Randah, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (2/6/2026) pagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban murni diduga mengakhiri hidupnya sendiri setelah sebelumnya sempat mengeluhkan tangannya bengkak akibat disengat tawon kepada seorang saksi.
Hal itu disampaikan oleh Kasi Humas Polres Payakumbuh, AKP Satria Rudi, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa (2/6/2026).
Diketahui sebelumnya, jasad pria berinisial AP (33) ditemukan tewas tergantung pada pohon di sebuah ladang warga sekira pukul 09.00 WIB.
Korban merupakan warga Sawah Padang, Jorong Suayan Randah, Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.
Baca juga: Mesin Rusak di Tengah Penerbangan, Hercules Angkatan Laut AS Mendarat Darurat di BIM
Berdasarkan KTP, korban beralamat di Kampung Malaka III, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.
Menanggapi itu, Satria Rudi menceritakan kronologi kejadian saat warga menemukan Ari Purnomo yang sudah tidak bernyawa usai tergantung tersebut.
Kata dia, penemuan mayat tersebut berawal dari keterangan saksi bernama Sapar (51), seorang buruh tani.
Menurut keterangan Sapar kepada pihak kepolisian, dirinya sempat bertemu dengan korban di kawasan Batu Mereng Rimbo Soriak saat hendak menuju kebun kopi miliknya pada Senin (1/6/2026) pagi kemarin.
"Berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban mengeluhkan kondisi tangannya yang bentol-bentol akibat digigit tawon," ucapnya kepada TribunPadang.com, Selasa (2/6/2026) malam.
Saksi Sapar kemudian memberikan tembakau kepada korban untuk dioleskan pada bagian tubuh yang mengalami bentol.
Baca juga: Breaking News: Marapi Sumbar Erupsi Lagi di Awal Juni 2026, Puncak Gunung Ditutupi Kabut
Korban lalu mengambil tembakau tersebut dan mengoleskan ke tangan dan kakinya.
"Saksi juga menyarankan korban untuk mengoleskan ke seluruh tubuh atau berobat terlebih dahulu ke rumah," sebutnya.
Setelah itu, saksi melanjutkan aktivitas ke kebun kopi dan tidak lagi bertemu dengan korban pada hari tersebut.
Keesokan harinya, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Sapar kembali menuju kebun kopi miliknya. Dalam perjalanan, ia melihat sepasang sepatu berada di atas pohon.
| Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon |
|
|---|
| Seorang Pria di Akabiluru Limapuluh Kota Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon |
|
|---|
| Identitas Jasad Pria di Sungai Batang Agam Terungkap, Korban Merupakan Warga Situjuah Batua |
|
|---|
| Warga Laporkan Penemuan Jenazah di Batang Agam, Awalnya Ditemukan oleh Santri Pesantren |
|
|---|
| Breaking News: Penemuan Jenazah Pria di Aliran Batang Agam, Polisi Evakuasi ke RS Adnaan WD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/evakuasi-mayat-di-limapuluh-kota-262026.jpg)