Pungli di Lembah Anai

Viral Bus Mahasiswa Diduga Dipalak di Lembah Anai, Unand: Akan Kami Telusuri

Aidinil menegaskan, pada prinsipnya tidak boleh ada tindakan intimidatif maupun pungutan liar yang mengganggu mobilitas masyarakat.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PUNGLI LEMBAH ANAI- Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra. Universitas Andalas (Unand) menyatakan akan menelusuri informasi terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap bus rombongan mahasiswa yang melintas di kawasan Jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). 

Pemilik video menyebut bus yang dimintai uang merupakan rombongan mahasiswa Universitas Andalas yang terdiri dari empat unit bus.

"Bus kami kena palak orang di Padang Panjang tadi kak. Dia berhentiin bus dan diminta duit Rp450 ribu per bus. Kira-kira ada empat bus yang ikut tadi, dia minta tiap-tiap bus," tulis keterangan yang dikirimkan pemilik video.

Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ingatkan Bupati dan Wali Kota Berantas Pungli di Objek Wisata

Hingga kini identitas pria dalam video maupun alasan pasti pungutan tersebut dilakukan masih menjadi tanda tanya. Pihak kepolisian pun telah melakukan penelusuran terhadap dugaan praktik pungli tersebut.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menegaskan bahwa pria yang terekam dalam video bukan anggota kepolisian.

"Kalau dari video yang beredar yang kami terima, di sana kan jelas orangnya siapa. Yang jelas kami tekankan bahwa itu bukan polisi, apalagi polisi lalu lintas," kata Finot saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, hasil penelusuran sementara menunjukkan pria tersebut merupakan seorang pemuda setempat yang sebelumnya dikabarkan pernah bekerja di perusahaan pelaksana proyek jalan, HKI, namun saat ini sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

"Sampai sekarang kami masih melakukan pencarian dan penelusuran terhadap terduga pelaku ini. Identitasnya sudah kami ketahui karena wajah dan beberapa atribut yang terlihat dalam video cukup jelas," ujarnya.

Baca juga: Rutan Padang Deklarasi Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Bebas HP, Pungli dan Narkoba

Polisi juga masih mendalami waktu pasti kejadian karena informasi yang diterima masih berbeda-beda. Ada yang menyebut peristiwa terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam, sementara informasi lain menyebut Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Finot menjelaskan, bus yang dihentikan merupakan kendaraan roda enam yang mengangkut rombongan mahasiswa Universitas Andalas.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini kendaraan berukuran besar atau roda enam pada prinsipnya masih belum diperbolehkan melintasi jalur Lembah Anai, kecuali memiliki izin khusus dari pihak terkait.

"Karena kondisi itu, kemudian dimanfaatkan oleh oknum. Ada orang yang tidak ingin memutar jauh, lalu ada oknum yang menjanjikan bisa lewat sehingga terjadilah hal seperti itu," katanya.

Dalam video yang beredar, terduga pelaku juga terlihat berbincang akrab dengan sopir bus. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya hubungan atau komunikasi sebelumnya antara keduanya.

"Kalau kita lihat dan simak videonya, sepertinya ada kedekatan antara terduga pelaku dengan sopir. Namun itu masih dugaan dan belum bisa kami pastikan. Kami harus mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan," ujar Finot.

Polisi saat ini memfokuskan pencarian terhadap pihak yang diduga meminta uang kepada rombongan bus tersebut.

Selain itu, petugas di pos penyekatan juga diminta memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di jalur Lembah Anai.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved