Pungli di Lembah Anai
Update Pungli di Lembah Anai: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku, Ternyata Pemuda Setempat
Menurut Finot, hasil penelusuran sementara menunjukkan terduga pelaku merupakan seorang pemuda setempat.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Viral dugaan aksi pungli di kawasan Jalur Lembah Anai, Tanah Datar.
- Pemilik video menyebut bus yang dimintai uang merupakan rombongan mahasiswa Universitas Andalas yang terdiri dari empat unit bus.
- Kasat Lantas Polres Padang Panjang menegaskan bahwa pria dalam video bukan polisi.
- Polres Padang Panjang sudah mengantongi identitas pria yang ada di dalam video.
- Kawasan Lembah Anai hanya diperbolehkan dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, kendaraan besar harus mengantongi izin khusus.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kepolisian menegaskan pria yang terekam dalam video viral dugaan pungutan liar (pungli) terhadap bus rombongan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) bukan merupakan anggota polisi.
Saat ini, Satlantas Polres Padang Panjang masih memburu terduga pelaku yang identitasnya disebut sudah diketahui berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran setelah menerima video yang memperlihatkan seorang pria meminta sejumlah uang kepada bus yang melintas di jalur Lembah Anai.
"Kalau dari video yang beredar yang kami terima, di sana kan jelas orangnya siapa. Yang jelas kami tekankan bahwa itu bukan polisi, apalagi polisi lalu lintas," kata Finot saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Menurut Finot, hasil penelusuran sementara menunjukkan terduga pelaku merupakan seorang pemuda setempat. Ia juga membantah anggapan yang mengaitkan pria tersebut dengan petugas resmi di lokasi.
Baca juga: Viral Dugaan Pungli di Jalur Lembah Anai, Bus Rombongan Mahasiswa Unand Diminta Bayar Rp450 Ribu
"Kemudian dari hasil penelusuran kita di lapangan bahwa itu adalah pemuda setempat. Terduga pelaku ini dulunya dikabarkan pernah bekerja di HKI, tetapi sekarang sudah tidak lagi bekerja di sana," ujarnya.
Meski identitas pelaku telah dikantongi, polisi mengaku hingga kini belum berhasil menemukan keberadaannya.
"Sampai sekarang kami masih melakukan pencarian dan penelusuran terhadap terduga pelaku ini. Untuk identitasnya sudah kita ketahui karena dalam video tersebut jelas wajahnya dan beberapa atribut lainnya," katanya.
Video yang viral tersebut memperlihatkan seorang pria menghentikan bus dan meminta uang yang disebut sebagai "uang portal".
Berdasarkan keterangan yang beredar di media sosial, pria itu awalnya meminta Rp500 ribu per bus sebelum akhirnya disepakati Rp450 ribu per bus.
Bus yang dihentikan disebut merupakan rombongan mahasiswa Universitas Andalas yang menggunakan empat unit bus.
Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ingatkan Bupati dan Wali Kota Berantas Pungli di Objek Wisata
Selain memburu pelaku, polisi juga mendalami kronologi dan waktu pasti kejadian. Sebab, informasi yang diterima masih berbeda-beda.
Ada yang menyebut peristiwa terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam, sementara informasi lain menyebut Selasa (19/5/2026) malam.
Finot menjelaskan, bus yang dihentikan merupakan kendaraan roda enam. Sementara hingga saat ini kendaraan besar masih belum diperbolehkan melintasi jalur Lembah Anai, kecuali memiliki izin khusus.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan menawarkan akses melintas kepada kendaraan yang seharusnya belum diperbolehkan melewati jalur tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Aksi-pungli-di-Lembah-Anai-2152026-2.jpg)