Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Arah Pembangunan Ekonomi Sumbar Harus Bersifat Integratif

kondisi ini mengindikasikan belum stabilnya ekspansi kapasitas produksi baru, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ke depan

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
TribunPadang.com
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR - Pakar Ekonomi Unand Prof. Dr. Syafruddin Karimi menilai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat 5,02 persen masih rapuh jika tidak dijaga melalui penguatan variabel-variabel utama yang menopang struktur ekonomi daerah. 

Pertanian tidak hanya dipertahankan sebagai sektor primer, tetapi didorong menjadi sumber nilai tambah melalui keterkaitan dengan industri pangan, perdagangan modern, hingga sektor pariwisata.

"Lonjakan sektor akomodasi dan makan minum sebesar 17,77 persen menjadi bukti bahwa pariwisata mulai menjadi mesin pertumbuhan baru. Namun, dampaknya terhadap ekonomi kerakyatan sangat bergantung pada seberapa kuat keterhubungan antar sektor dibangun," sebut Karimi.

Apabila aktivitas pariwisata mampu menyerap produk lokal, mulai dari hasil pertanian, kuliner, hingga kerajinan UMKM, maka kata dia efek pengganda (multiplier effect) akan terasa luas.

Namun sebaliknya, jika kebutuhan sektor ini lebih banyak dipasok dari luar daerah, maka manfaat ekonomi akan terbatas.

Untuk itu, menjaga pertumbuhan ekonomi Sumbar tidak cukup hanya bertumpu pada ekspansi sektor tertentu.

Ia menilai strategi yang menyeluruh seperti menjaga daya beli masyarakat, stabilkan investasi, memperkuat ekspor bersih, memperlancar logistik, serta memastikan sektor pertanian tetap produktif sangat-sangat diperlukan.

"Dengan pendekatan ini, angka pertumbuhan 5,02 persen bukan hanya dapat dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan secara berkelanjutan dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan inklusif," tambahnya.

 

 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved