Pertumbuhan Ekonomi Sumbar
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2025 Melambat: Berada di Bawah Nasional dan Lebih Rendah dari 2024
Berdasarkan angka resmi dikutip laman resmi Senin (9/2/2026), ekonomi Sumbar mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,37 persen
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat 2025 hanya 3,37 persen, tertinggal dari nasional 5,11 persen
- Tren ekonomi Sumbar turun dibanding 2024, sementara nasional justru naik
- Sejumlah sektor di Sumbar tumbuh, namun transportasi dan konstruksi terkontraksi
- Impor luar negeri melonjak dan menjadi pengurang PDRB daerah
- Sumbar berada di bawah sebagian besar provinsi di Sumatera dalam pertumbuhan ekonomi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terbaru mengenai capaian pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan angka resmi dikutip laman resmi Senin (9/2/2026), ekonomi Sumbar mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,37 persen secara kumulatif (c-to-c).
Angka pertumbuhan ini menempatkan performa ekonomi Ranah Minang berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen pada periode yang sama.
Selain berada di bawah rata-rata nasional, pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2025 juga tercatat lebih rendah jika membandingkannya dengan capaian tahun 2024.
Pada tahun sebelumnya, ekonomi Sumbar mampu tumbuh sebesar 4,37 persen.
Baca juga: Strategi Dejan Antonic Tumbangkan Persita, Tekanan Tinggi di Awal hingga Ubah Formasi
Penurunan sebesar satu persen secara tahunan ini terekam dalam laporan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang menjadi indikator utama kesehatan ekonomi daerah.
Perbandingan Angka Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional
Secara nasional, ekonomi Indonesia tahun 2025 menunjukkan tren penguatan dibandingkan tahun sebelumnya.
PDB atas dasar harga berlaku nasional menyentuh angka Rp23.821,1 triliun dengan PDB per kapita sebesar Rp83,7 juta atau setara USD 5.083,4.
Pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen ini lebih tinggi dari capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,03 persen.
Dari sisi produksi nasional, Lapangan Usaha Jasa Lainnya menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Padang Hari Ini 9 Februari 2026: BMKG Prediksi Cerah Berawan hingga Dini Hari
Secara spasial, kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi 56,93 persen dan pertumbuhan sebesar 5,30 persen.
Detail PDRB dan Sektor Produksi di Sumbar
Perekonomian Sumbar tahun 2025 jika menghitungnya berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 89,27 triliun rupiah.
Sedangkan berdasarkan harga konstan 2010, nilainya mencapai 51,85 triliun rupiah. Meskipun secara keseluruhan mengalami perlambatan, beberapa lapangan usaha di Sumbar tetap mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.
Berdasarkan sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya memimpin pertumbuhan di Sumbar dengan angka 8,50 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pedagang-pasar-raya-padang-2-29122025.jpg)