BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Soal Tol Sicincin-Bukittinggi, 2 Remaja Gantung Diri dan Diskusi Andre

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Gedung Kejati Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
TOL SICINCIN-BUKITTINGGI- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menghadiri rapat percepatan pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi di Gedung Kejati Sumbar, Kamis (9/4/2026). Rapat tersebut membahas pembentukan tim terpadu guna mempercepat proses pembebasan lahan. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama ada lanjutan kabar tentang upaya percepatan pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi terus dimatangkan.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Gedung Kejati Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Selanjutnya, warga Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten, Sumatera Barat Solok heboh karena aksi dua remaja gantung diri secara bersamaan pada Selasa (7/4/2026) malam.

Saksi mata melihat kronologi kejadian bermula saat kedua korban berinisial DAN (17) dan M (17) berboncengan menggunakan sepeda motor.

Terakhir, tentang puluhan mahasiswa gagal memasuki ruangan Sekretariat BEM KM Unand mengikuti diskusi terbuka dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade  Kamis (9/4/2026).

Kondisi ini terjadi lantaran antusiasme massa membludak menyusul agenda diskusi yang terjadi setelah beberapa waktu lalu BEM Unand Sebut Presiden Pakak.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Tol Sicincin–Bukittinggi Didorong Dibangun Mulai Akhir 2026, Masalah Pembebasan Lahan Jadi Sorotan 

Upaya percepatan pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi terus dimatangkan.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Gedung Kejati Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta sejumlah kepala daerah seperti Bupati Padang Pariaman, Wali Kota Padang Panjang, Sekda Agam, Bupati Tanah Datar, dan Wali Kota Bukittinggi.

Hadir pula unsur Balai Jalan, Dinas Kehutanan Sumbar, serta Forkopimda.

Dalam rapat tersebut, persoalan klasik pembebasan lahan kembali menjadi fokus utama pembahasan.

Baca juga: Presma Unand Sebut Diskusi Terbuka dengan Andre Rosiade Bagian Kontrol Sosial dari Mahasiswa

Andre Rosiade mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan pembentukan tim terpadu guna mengantisipasi lambannya proses pembebasan lahan seperti yang terjadi sebelumnya.

“Rapat tadi sudah dipimpin oleh Kajati Sumbar. Kita mengusulkan agar difasilitasi pertemuan antara kepala daerah, pihak HK, Kementerian PU, dan Balai Jalan. Kita belajar dari pengalaman lalu, urusan tanah ini yang lama,” kata Andre usai rapat.

Menurutnya, tim terpadu yang akan dibentuk nantinya melibatkan seluruh pihak terkait agar persoalan pembebasan lahan dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak terulang.

“Insya Allah akan dibentuk tim terpadu, melibatkan semua pihak supaya permasalahan masa lalu soal tanah bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Andre juga menegaskan, pemerintah menargetkan pembangunan fisik tol Sicincin–Bukittinggi bisa mulai dikerjakan pada akhir tahun 2026.

Baca juga: Korban Perundungan di Padang Dinyatakan Lulus SNPMB di Unand, Mampu Biayai Sekolah Sendiri

“Target kita akhir 2026 mulai start pembangunan. Pak Kajati sudah memutuskan untuk membentuk tim terpadu untuk membantu pembebasan lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyebut rapat yang dipimpin langsung oleh Kajati menjadi langkah penting dalam menyatukan seluruh pihak terkait.

“Alhamdulillah, Pak Kajati langsung memimpin rapat hari ini dan menghadirkan semuanya, mulai dari direktur jalan, kepala daerah, DPR RI, hingga BPN. Ini menjadi agenda bersama,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, koordinasi akan terus dilakukan hingga ke tingkat kabupaten dan kota agar tidak ada pihak yang merasa bekerja sendiri dalam proyek strategis nasional tersebut.

“Ke depan, kita akan hadir bersama dalam setiap rapat di daerah. Sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan, dan ini menjadi budaya baru dalam menyelesaikan persoalan pembangunan,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Perundungan di SMA Pertiwi 2 Padang, Sejumlah Pihak Akan Dipanggil

Ia juga menjelaskan, lambannya pembebasan lahan di Sumatera Barat disebabkan oleh karakteristik kepemilikan tanah yang berbeda dibandingkan daerah lain.

“Tanah kita ini banyak yang berstatus tanah ulayat, bukan milik pribadi. Berbeda dengan Riau yang sebagian besar tanahnya milik negara, sehingga lebih mudah dalam pembebasan,” jelas Mahyeldi.

Dengan adanya sinergi lintas instansi dan pembentukan tim terpadu, diharapkan proses pembebasan lahan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berjalan lebih cepat dan target pembangunan akhir 2026 bisa tercapai.

2. Kronologi Dua Remaja Gantung Diri di Solok, Sempat Berboncengan Motor Lewati Gerbang PTPN IV

Warga Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten, Sumatera Barat Solok heboh karena aksi dua remaja gantung diri secara bersamaan pada Selasa (7/4/2026) malam.

Saksi mata melihat kronologi kejadian bermula saat kedua korban berinisial DAN (17) dan M (17) berboncengan menggunakan sepeda motor.

Mereka terlihat melewati gerbang utama perkebunan PTPN IV sekitar pukul 20.00 WIB, atau sesaat sebelum peristiwa tragis di Solok tersebut terjadi.

Dalam peristiwa memilukan tersebut, satu remaja berinisial DAN (17) ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, rekannya berinisial M (17) berhasil selamat dari maut setelah tali tambang yang digunakannya dilaporkan terlepas atau terputus.

Tragedi ini terjadi di sebuah pohon yang berada di belakang rumah staf karyawan pabrik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV sekitar pukul 20.30 WIB.

Kepala Jorong Kayu Jao, Dos Muliadi, saat dikonfirmasi pada Rabu (8/4/2026), membenarkan adanya kejadian yang menimpa warganya tersebut.

Baca juga: Andre Rosiade dan Mahasiswa Diskusi Terbuka Hari Ini, Buntut BEM Unand Sebut "Presiden Pakak"

REMAJA GANTUNG DIRI - Viral status rekan remaja gantung diri di media sosial. Warga di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat digegerkan dengan aksi nekat dua remaja perempuan yang diduga melakukan percobaan bunuh diri secara bersamaan, Selasa (7/4/2026) malam.
REMAJA GANTUNG DIRI - Viral status rekan remaja gantung diri di media sosial. Warga di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat digegerkan dengan aksi nekat dua remaja perempuan yang diduga melakukan percobaan bunuh diri secara bersamaan, Selasa (7/4/2026) malam. (TribunPadang.com/ist)

Menurut Dos, peristiwa memilukan ini diperkirakan berlangsung sesaat setelah waktu salat Isya, di sebuah area yang cukup tersembunyi di belakang rumah staf karyawan pabrik.

“Berdasarkan keterangan saksi mata, kedua remaja itu terlihat berboncengan menggunakan sepeda motor melewati gerbang utama perkebunan sekitar pukul 20.00 WIB,”jelasnya.

Petugas keamanan yang berjaga saat itu tidak menaruh curiga karena keduanya merupakan wajah yang familier di lingkungan sekitar.

Namun, hanya berselang setengah jam kemudian, kabar mengejutkan mulai tersiar di kalangan warga. Upaya penyelamatan sempat diusahakan, tetapi nyawa DAN tidak dapat tertolong.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Ambil HP Mahasiswi di Transportasi Online di Padang, Sempat Pura-pura Tidak Tahu

Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat karena kondisi fisiknya yang sudah tidak tertolong saat ditemukan.

Di sisi lain, nasib berbeda dialami oleh M. Remaja yang diketahui sudah tidak bersekolah lagi ini berhasil selamat setelah tali tambang yang digunakannya terlepas.

“Meski secara fisik selamat, kondisi psikologis M dilaporkan sangat terguncang dan saat ini dalam perawatan intensif keluarga,”kata Dos

Kisah di balik profil kedua remaja ini menambah kedalaman duka bagi masyarakat setempat. DAN merupakan siswi aktif di SMA Negeri 2 Gunung Talang.

Baca juga: Sijunjung Targetkan Akselerasi Ekonomi 2027, Nagari Jadi Poros Pembangunan Daerah

Sementara itu, M merupakan seorang janda setelah sempat menikah muda beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, motif di balik keputusan nekat kedua remaja tersebut masih menjadi teka-teki.

Masyarakat sekitar mengenal mereka sebagai pribadi yang cukup tertutup mengenai persoalan pribadi, meskipun sering terlihat bersama dalam aktivitas sehari-hari.

Pihak kepolisian dari resor setempat telah turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk tali tambang dan kendaraan yang digunakan korban untuk menuju lokasi kejadian.

Baca juga: KemenHAM Sumbar–Riau Tekankan Integritas ASN dan Efisiensi, Kinerja Pegawai Diminta Meningkat

Kondisi M yang masih mengalami trauma berat menjadi kendala bagi pihak berwenang untuk menggali keterangan lebih lanjut.

Pihak keluarga meminta waktu agar M dapat menenangkan diri sebelum memberikan penjelasan kepada penyidik maupun pihak eksternal lainnya. 

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari keluarga, teman, tenaga kesehatan, atau layanan konseling profesional. Bantuan tersedia dan Anda tidak sendirian.

3. Andre Rosiade dan Mahasiswa Diskusi Terbuka Hari Ini, Buntut BEM Unand Sebut Presiden Pakak

Puluhan mahasiswa gagal memasuki ruangan Sekretariat BEM KM Unand mengikuti diskusi terbuka dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade  Kamis (9/4/2026).

Kondisi ini terjadi lantaran antusiasme massa membludak menyusul agenda diskusi yang terjadi setelah beberapa waktu lalu BEM Unand Sebut Presiden Pakak.

Diketahui, kedatangan Andre Rosiade ke Unand berawal dari undangan terbuka yang dilayangkan BEM KM Unand melalui akun instagramnya. 

Mereka meminta Andre berdiskusi untuk membahas mengenai dinamika perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Sumbar.

Undangan terbuka itu lantas diterima langsung oleh Andre Rosiade dengan menyatakan ketersedian melalui kolom komentar di postingan instagram @bemkmunand.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Ambil HP Mahasiswi di Transportasi Online di Padang, Sempat Pura-pura Tidak Tahu

Sementara, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak mahasiswa cukup antusias mendatangi diskusi terbuka tersebut.

Sejak pukul 10:27 WIB, terlihat mahasiswa sudah memenuhi bagian luar ruangan Sekretariat BEM KM Unand.

Sejumlah mahasiswa yang berada di luar ruangan tersebut tidak dapat mengikuti diskusi, sebab sudah dipenuhi oleh para peserta.

Memasuki ruangan, di depan pintu masuk juga masih banyak peserta diskusi yang berdiri akibat tidak kebagian tempat duduk.

Ruangan itu tak terlalu besar, para peserta terlihat duduk di lantai, hanya para pembicara yang tampak disediakan kursi.

Baca juga: Sijunjung Targetkan Akselerasi Ekonomi 2027, Nagari Jadi Poros Pembangunan Daerah

Pembicara diskusi ini antara lain Anggota DPR RI Andre Rosiade, Presiden BEM KM Unand, hingga Dosen Politik Unand.

Terlihat, mahasiswa mendengarkan dengan seksama diskusi yang tengah berlangsung, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pendidikan dan lain sebagainya

Diskusi sempat tegang, akibat terbatasnya waktu yang diberikan moderator kepada pembicara, yakni 10 menit. Hal ini terjadi saat Andre Rosiade berbicara.

Sempat terjadi teriakan dari peserta diskusi, mereka meminta tambahan waktu untuk Andre melanjutkan diskusi.

Tak berlangsung lama, akhirnya diskusi kembali kembali berjalan dengan normal. Hingga kini, kegiatan tersebut masih berlangsung.

Seiring berjalannya waktu, para peserta masih berdatangan di lokasi, namun tidak dapat memasuki ruangan akibat penuh.

Baca juga: Segera Dibangun! Intip Desain Stadion H Agus Salim Padang Standar AFC, Ada Warna Marawa Khas Minang

BEM Kritik "Presiden Pakak"

Diskusi ini berawal dari postingan Instagram BEM KM Unand yang menulis "Presiden Pakak" atau presiden tuli dalam bahasa Indonesia. BEM mengrkitisi sejumlah pernyataan presiden kemudian disandingkan dengan berita yang tidak sesuai dengan peryataan tersebut. Beberapa hal dikritik yakni terkait penangan bencana di Aceh, program MBG, Koperasi Merah Putih, soal tindakan presiden gabung Board Of Piece.

"Pemerintah Indonesia sering kali menggaungkan bahwa bangsanya adalah negara Hukum, namun keadilan mana yang ditegakkan oleh negara saat ini? Indonesia adalah negara demokrasi, dimana setiap masyarakat bebas bersuara selama tidak mengkritik pemerintah dan Indonesia akan selamanya menjadi negara yang kaya, walau tidak pernah benar-benar diberikan untuk rakyatnya. Menuju Indonesia CEMAS 2045 bersama PRESIDEN PAKAK!!!," tulis akun BEM Unand dikutip Kamis (9/4/2026).

Dalam keterangan postingannya dituliskan:

Narasi “keberhasilan” yang terus digaungkan justru semakin kontras dengan realitas di lapangan yang penuh ketimpangan, kegagalan, dan pembungkaman. Ketika angka-angka dijadikan tameng untuk menutupi dampak nyata, ketika program hanya berhenti sebagai simbol tanpa keberpihakan, dan ketika kritik dibalas dengan intimidasi, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan, melainkan arah demokrasi itu sendiri. Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang program yang berjalan atau tidak, tetapi tentang kejujuran, keberpihakan, dan masa depan demokrasi yang sedang kita hadapi bersama.

Kemudian postingan mendapat respons Andre Rosiade dalam kolom komentar. Dia mengatakan
Mahasiswa Unand harus buka hati. Mengkritik silahkan, tapi tolong pakai cara yg beradab. Menurutnya Presiden Prabowo serius Membangun Sumbar. Bahkan Puluhan Triliun disiapkan Membangun Kembali Sumbar karena bencana. 

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini 9 April 2026, Payakumbuh Hujan Petir, Bukittinggi Hujan Ringan

"Kalau kalian memang serius memperbaiki Sumbar. Kok kalian diam melihat ekonomi Sumbar hanya tumbuh 3 persen an dan Infflasi 6 persen . Artinya Sumbar semakin miskin. Yg salah Presiden gitu???? " tulis Andre.

Andre juga menyebut jalan-jalan provinsi hancur, wilayah minim investasi, pasar sepi, narkoba, kasus HIV tinggi.

BEM KM Unand kemudian meresposn dengan mengundang Andre Rosiade melakukan diskusi terbuka. Andre kemudian menyanggupi dan diskusi terbuka akhirnya digelar Kamis (9/4/2026). (*)

 

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved