Perundungan di Padang
Korban Perundungan di Padang Dinyatakan Lulus SNPMB di Unand, Mampu Biayai Sekolah Sendiri
“Ia pun saat ini sudah lulus sekolah, bahkan lulus jalur SNPMB di Universitas Andalas jurusan Sastra Indonesia,” katanya.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Update kasusdugaan perundungan siswa SMA Pertiwi 2 Padang.
- Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang.
- Korban mengalami trauma hingga terjadi perubahan perilaku sejak awal April 2026.
- Korban lulus jalur SNPMB di Universitas Andalas jurusan Sastra Indonesia.
- Pihak kepolisian akan memanggil sejumlah pihak terkait.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Seorang siswa SMA Pertiwi 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang diduga jadi korban perundungan diketahui memiliki kisah perjuangan di balik pendidikannya. Ia dinyatakan lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 di Universitas Andalas (Unand), jurusan Sastra Indonesia.
Ibunya, Muswan Tiara (37), menyebut anaknya merupakan pribadi yang pendiam dan mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan sekolah, ia bekerja sambilan sebagai pengangkut buah di pasar.
“Anak saya anak yang baik, dia sopan, apapun yang terjadi pada dirinya malah dia simpan sendiri, tidak pernah menyusahkan orang tua. Bahkan ia pun mencari kerja sampingan untuk mencari uang saku, dari kerja itu dia bisa membayar uang sekolahnya sendiri,” ujar Tiara.
Menurutnya, kemampuan belajar anaknya juga tidak berbeda dengan siswa lain. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya lolos SNPMB tahun 2026.
Baca juga: Terungkapnya Dugaan Perundungan di Padang, Ibu Korban: Tidak Mau Sekolah dan Sebut Guru Sekongkol
“Ia pun saat ini sudah lulus sekolah, bahkan lulus jalur SNPMB di Universitas Andalas jurusan Sastra Indonesia,” katanya.
"Kita belum tau bagaimana kelanjutan sekolahnya, karena kita juga belum mendapat informasi dari pihak kampus," tambahnya.
Tiara juga mengatakan bahwa dari beberapa yang dinyatakan lulus dari SMA Pertiwi 2 Padang tersebut, salah satunya merupakan diduga pelaku yang melakukan perundungan, terduga pelaku tersebut juga dinyatakan lulus di Universitas Andalas (Unand).
Di sisi lain, Tiara juga membantah anggapan pihak sekolah yang menyebut kondisi anaknya dipengaruhi latar belakang keluarga, karena telah lama ditinggal ayahnya yang meninggal dunia.
“Kalau memang sejak SMP bermasalah karena ayahnya meninggal, kenapa baru sekarang terjadi seperti itu,” tegasnya.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Perundungan di SMA Pertiwi 2 Padang, Sejumlah Pihak Akan Dipanggil
Tiara menuturkan, perubahan perilaku anaknya mulai terlihat pada awal April 2026, setelah dirinya dipanggil pihak sekolah.
Saat itu, ia hanya mendapat informasi adanya persoalan dengan teman di sekolah serta ujian yang tidak selesai.
Namun, pada dini hari setelahnya, anaknya mulai menunjukkan rasa takut dan menolak pergi ke sekolah. Keesokan harinya, anak tersebut bahkan berlari ke Polresta Padang untuk meminta perlindungan.
“Dia bilang ingin meminta perlindungan ke polisi,” ungkapnya.
Sejak kejadian itu, kondisi anaknya berubah. Ia disebut takut dengan orang berpakaian biasa, namun merasa lebih nyaman saat berada di dekat polisi.
Di hadapan polisi, korban kemudian menceritakan dugaan perundungan yang dialaminya, termasuk ejekan dari sejumlah teman.
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
perundungan di Kota Padang
SMA Pertiwi 2 Padang
perundungan
Bullying
Padang
Polresta Padang
Kompol Muhammad Yasin
| Ibu Korban Perundungan di Padang Kesulitan Biayai Perawatan Anak di RSJ: Kami Keluarga Kurang Mampu |
|
|---|
| Perundungan Tinggalkan Luka: Anak Lulus Unand Jalur SNPMB 2026, Kini Jalani Perawatan di RSJ |
|
|---|
| Mental Korban Perundungan di Padang Terguncang, Tiara: Anak Saya Bahkan Diancam dengan Kapak |
|
|---|
| Terungkapnya Dugaan Perundungan di Padang, Ibu Korban: Tidak Mau Sekolah dan Sebut Guru Sekongkol |
|
|---|
| Polisi Selidiki Dugaan Perundungan di SMA Pertiwi 2 Padang, Sejumlah Pihak Akan Dipanggil |
|
|---|