Diskusi Andre Rosiade dan BEM Unand

Presma Unand Sebut Diskusi Terbuka dengan Andre Rosiade Bagian Kontrol Sosial dari Mahasiswa

Menurut Syakur, suara yang dibawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bukan sekadar opini, melainkan hasil riset langsung terhadap kondisi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar

Ringkasan Berita:
  • BEM KM Unand tulis kritik "Presiden Pakak", unggahan itu memicu respons Andre Rosiade.
  • Andre menanggapi kritik mahasiswa di kolom komentar Instagram BEM KM Unand.
  • BEM kemudian mengundang Andre untuk diskusi terbuka di kampus Unand.
  • Diskusi digelar di ruangan penuh hingga puluhan mahasiswa tak bisa masuk.
  • Presiden Mahasiswa KM Universitas Andalas sebut diskusi tersebt sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Presiden Mahasiswa KM Universitas Andalas (Unand) Shabbarin Syakur menegaskan kritik yang disampaikan mahasiswa dalam diskusi publik bersama Andre Rosiade merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang berbasis kajian lapangan.

Menurut Syakur, suara yang dibawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bukan sekadar opini, melainkan hasil riset langsung terhadap kondisi masyarakat.

“Suara yang kami bawa di BEM Unand ini bukan suara hasil karangan di atas meja. Kami punya tim kajian yang turun langsung mendengar keluhan di bawah,” ujar Syakur, Kamis (9/4/2026).

Salah satu poin dari diskusi terbuka BEM KM Unand bersama Wakil Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade yakni terkait MBG.

Baca juga: Ruangan Penuh, Sebagian Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Ikuti Diskusi Andre Rosiade Soal "Presiden Pakak"

Ia menjelaskan, mahasiswa tidak menolak program Makanan Bergizi Gratis (MBG), namun menilai implementasinya masih perlu evaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kami sepakat stunting harus ditekan. Namun implementasinya masih terkesan terburu-buru dan top-down. Ini yang kami sebut perlu evaluasi total,” katanya.

Selain itu, Syakur juga menyoroti pentingnya transparansi dalam rantai pasok program MBG agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha lokal di Sumatera Barat.

Syakur menekankan bahwa penggunaan produk lokal harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Groundbreaking Huntap di Kuranji, BNPB Juga Percayakan Sepablock di Sumut dan Aceh

Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan akan mengawal komitmen terkait penyelesaian persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa yang nonaktif.

“Kami akan kawal janji pertemuan dengan Menteri Pendidikan tanggal 26 atau 27 nanti,” tegasnya.

Syakur juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat tidak mengabaikan hak masyarakat lokal, serta mendorong adanya mitigasi bencana jangka panjang yang lebih terencana.

Andre Rosiade dan Mahasiswa Diskusi Terbuka

DISKUSI TERBUKA MAHASISWA - Penampakan saat mahasiswa masih tertahan di bagian luar ruangan Sekretariat BEM KM Unand, Kamis (9/4/2026). Mereka tidak dapat masuk ruangan untuk mengikuti diskusi terbuka, akibat penuh.
DISKUSI TERBUKA MAHASISWA - Penampakan saat mahasiswa masih tertahan di bagian luar ruangan Sekretariat BEM KM Unand, Kamis (9/4/2026). Mereka tidak dapat masuk ruangan untuk mengikuti diskusi terbuka, akibat penuh. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Puluhan mahasiswa gagal memasuki ruangan Sekretariat BEM KM Unand mengikuti diskusi terbuka dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade  Kamis (9/4/2026).

Kondisi ini terjadi lantaran antusiasme massa membludak menyusul agenda diskusi yang terjadi setelah beberapa waktu lalu BEM Unand Sebut Presiden Pakak.

Diketahui, kedatangan Andre Rosiade ke Unand berawal dari undangan terbuka yang dilayangkan BEM KM Unand melalui akun instagramnya. 

Mereka meminta Andre berdiskusi untuk membahas mengenai dinamika perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Sumbar.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved