Diskusi Andre Rosiade dan BEM Unand
BEM KM Unand Minta Andre Rosiade Bawa Lima Tuntutan Mahasiswa ke Senayan Usai Diskusi Terbuka
“Untuk hasilnya tadi memang kami menyerahkan kajian yang mungkin diminta untuk diberikan di Senayan, tadi juga sudah ditandatangani," ujarnya.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- BEM KM Unand tulis kritik "Presiden Pakak", unggahan itu memicu respons Andre Rosiade.
- Andre menanggapi kritik mahasiswa di kolom komentar Instagram BEM KM Unand.
- BEM kemudian mengundang Andre untuk diskusi terbuka di kampus Unand.
- Diskusi digelar di ruangan penuh hingga puluhan mahasiswa tak bisa masuk.
- BEM KM Unand minta Andre Rosiade bawa lima tuntutan ke Senayan, Jakarta.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BEM KM Universitas Andalas meminta Wakil Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade, bawa lima tuntutan ke Senayan, Jakarta.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Mahasiswa KM Universitas Andalas (Unand), Shabbarin Syakur.
Tuntutan tersebut diserahkan usai Andre Rosiade menghadiri tuntutan terbuka dengan mahasiswa di Sekretariat BEM KM Unand, Kamis (9/4/2026).
Kata Shabbarin Syakur, kajian tersebut telah diserahkan dan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan di tingkat pusat.
Ia juga meminta adanya komitmen untuk menindaklanjuti dokumen tersebut dalam waktu tertentu.
Baca juga: Dosen Unand Beri Masukan Terkait Program MBG Saat Diskusi Terbuka Andre Rosiade dengan Mahasiswa
“Untuk hasilnya tadi memang kami menyerahkan kajian yang mungkin diminta untuk diberikan di Senayan, tadi juga sudah ditandatangani," ujarnya.
Menurut dia, kajian itu memuat sejumlah isu strategis yang dinilai perlu dibahas lebih lanjut secara nasional agar mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Adapun lima poin utama yang disuarakan meliputi, evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG), dorongan revisi regulasi terkait isu LGBT, perhatian terhadap isu HAM khususnya pembatasan kebebasan berekspresi.
Selain itu juga ada penguatan fungsi Koperasi Merah Putih yang dinilai belum optimal, serta evaluasi kebijakan secara umum termasuk arah penganggaran di sektor pendidikan.
Baca juga: Ruangan Penuh, Sebagian Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Ikuti Diskusi Andre Rosiade Soal "Presiden Pakak"
Menurut Shabbarin, evaluasi terhadap kebijakan MBG menjadi salah satu fokus utama karena dinilai berpotensi menimbulkan risiko jika tidak ditinjau secara menyeluruh.
“Teknisnya itu harus dievaluasi lebih lanjut lagi, jangan sampai malah menghasilkan risiko baru,” katanya.
Presma Unand itu juga menyoroti penggunaan anggaran dalam program tersebut. Menurutnya, alokasi dana seharusnya dapat diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, mengingat masih banyak generasi muda yang menghadapi keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan.
“Harusnya dana yang dialokasikan ke MBG ini diperhatikan lagi, dievaluasi lagi, dan coba untuk lebih difokuskan untuk mensubsidi pendidikan sehingga akses ke pendidikan bisa lebih luas,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Khairunas Lantik 32 Pejabat Solok Selatan, Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik
Selain itu, Shabbarin Syakur turut menyinggung kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi, khususnya terkait dugaan pembatasan kebebasan berekspresi. Ia berharap kasus-kasus yang berkaitan dengan hal tersebut dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan secara jelas.
Seluruh poin dalam kajian tersebut diharapkan dapat dibahas di Senayan agar memperoleh perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan.
Eksklusif
Multiangle
Andre Rosiade
Unand
Prabowo Subianto
Diskusi terbuka BEM KM Unand Padang
Viral BEM Unand sebut Presiden Pakak
| Dosen Unand Beri Masukan Terkait Program MBG Saat Diskusi Terbuka Andre Rosiade dengan Mahasiswa |
|
|---|
| Presma Unand Sebut Diskusi Terbuka dengan Andre Rosiade Bagian Kontrol Sosial dari Mahasiswa |
|
|---|
| Ruangan Penuh, Sebagian Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Ikuti Diskusi Andre Rosiade Soal "Presiden Pakak" |
|
|---|
| Andre Rosiade dan Mahasiswa Diskusi Terbuka Hari Ini, Buntut BEM Unand Sebut "Presiden Pakak" |
|
|---|